Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Paparan Megawati soal Peran Indonesia dalam Perdamaian Korea

pdip-jatim-megawati-korsel4

SEOUL – Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional The KOR-ASIA Forum 2018 yang dilakukan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (7/11). Megawati bicara sejarah Indonesia terkait upaya perdamaian Korea Utara-Korea Selatan, dan bagaimana Pancasila menjadi dasar untuk mengupayakannya.

Forum itu menggelar sejumlah seri pembicaraan dan diskusi panel mengenai isu Korea dan Asean, yang didukung penuh oleh The ASEAN-Korea Centre. Di dalam pidatonya, Megawati berbicara pengalamannya terkait upaya perdamaian kedua Korea, bahkan sejak saat dia masih muda.

Pada 1965, dikisahkan Megawati, dirinya diajak oleh Presiden RI Pertama yang juga ayah kandungnya, Soekarno, untuk ikut dalam pertemuan dengan Kim Il Sung, Pendiri Negara Korea Utara. Saat itu Megawati berusia 18 tahun. Sementara Kim Jong Il berusia 23 tahun.

Semuanya lalu bersama-sama mengunjungi Kebun Raya Bogor. Di tempat itu, Soekarno memberikan sebuah bunga asli Indonesia, sebuah anggrek berwarna ungu. Bunga itu kemudian dinamakan Kimilsungia oleh Bung Karno, dan menjadi bunga negara Korea Utara.

Pada saat itu, ujar Megawati, Soekarno sudah menyampaikan kepada dirinya. “Mega, berjuanglah untuk perdamaian di Semenanjung Korea. Berdiri tegak di tengah dan jangan memihak Korea Selatan atau Korea Utara. Rangkullah jalan damai. Pegang teguh ideologi Pancasila yang akan membimbingmu menuju jalan damai. Jalan ini akan membawamu kepada para pemimpin dan orang-orang dari kedua negara yang sama-sama berjuang untuk perdamaian dan kedaulatan Korea,” beber Megawati menyampaikan pesan Soekarno.

Megawati lalu menjelaskan satu persatu prinsip dari kelima sila Pancasila. Yakni Ketuhanan; Nasionalisme; Internasionalisme; Demokrasi; dan Keadilan Sosial.

 

Dan terbukti, kata Megawati. Pancasila menjadi obor penerang jalannya, Megawati bersedia diterima oleh Pemimpin Korut Kim Jong Il pada 2002. Saat itu, Mega menjabat presiden RI. Di pertemuan itu, Megawati mengaku menyampaikan pesan dari Presiden Korea Selatan, Kim Dae-jung, yang berinti keinginan menyambung pembicaraan soal perdamaian yang terhenti saat itu.

“Saya sampaikan juga bahwa perdamaian di Semenanjung Korea itu krusial untuk menjaga stabilitas di Asia Pasifik,” kata Megawati.

Upayanya mendamaikan kedua Korea sempat tertahan karena dirinya tak lagi menjadi presiden pada 2004. Namun, sebagai tokoh, Megawati terus berusaha membantu upaya perdamaian. Hingga pada 2017, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, memintanya untuk menjadi bagian dari juru damai untuk Semenanjung Korea.

“Banyak yang ragu soal perdamaian di Semenanjung Korea. Tapi saya justru yakin bahwa perdamaian itu akan terjadi,” kata Megawati.

Keyakinannya itu bertumpu pada pengalamannya yang melihat serta mendengar langsung dari masyarakat kedua negara. Kata Megawati, orang-orang Korea merindukan perdamaian.

“Mereka tidak ingin permusuhan dan kebencian diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Orang-orang yang menginginkan bahwa keputusan, sehubungan dengan Semenanjung Korea, dibuat atas nama kepentingan dan kelangsungan hidup mereka bersama,” beber Megawati.

Di acara itu, Megawati menjadi pembicara bersama mantan Presiden Mongolia Punsalmaagiyn Orchirbat, dan Deputy PM Tajikistan Davlatali Said.

Sebelum seminar, Megawati disambut khusus oleh Moon Hee Sang, Presiden dari National Assembly of the Republic Korea. Keduanya bicara soal upaya untuk memajukan perdamaian kedua Korea.

Dalam rombongan Megawati ke Korea itu, turut diikuti sejumlah pengurus PDI Perjuangan. Di antaranya adalah Olly Dondokambey, Rokhmin Dahuri, dan Herman Hery.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...