
JAKARTA – Presiden Joko Widodo memastikan bahwa tujuan utama penyaluran dana desa dan dana kelurahan, untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, baik di desa maupun kota, kelurahan,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas dana desa dan dana kelurahan di Istana Kepresidenan, Bogor, kemarin.
Dengan penyaluran dana ini, sambung Jokowi, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan antara warga desa dan kota.
Mantan Wali Kota Solo itu pun minta jajarannya, untuk memberikan pendampingan dalam pemanfaatan dana desa yang telah disalurkan pemerintah.
“Ini fokus mengurangi kemiskinan, ketimpangan di desa, mengembangkan ekonomi produktif, menggerakkan industri-industri kecil pedesaan,” jelasnya.
Dia mengatakan, rencana penyaluran dana desa atau kelurahan bukan suatu hal yang baru dipikirkan menjelang Pilpres 2019. Menurutnya, dana kelurahan sudah dibahas beberapa tahun lalu dan diusulkan para wali kota se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
“Dana kelurahan tidak muncul tiba-tiba,” ujarnya.
Jokowi menyebutkan, para Walikota tersebut membutuhkan dana dalam rangka mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar.
”Merespons aspirasi para wali kota, dalam APBN 2019 pemerintah dengan persetujuan DPR telah menganggarkan dana kelurahan Rp 3 triliun,” jelasnya.
Atas penganggaran tersebut, Jokowi pun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani segera menyiapkan mekanisme pencairan dana kelurahan. Sehingga bisa dimanfaatkan secara baik.
“Saya juga minta Mendagri menyiapkan kerangka pengawasan dan evaluasi agar pemanfaatan dana kelurahan menyentuh kepentingan warga di kelurahan dan perkotaan,” katanya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









