Kamis
15 Oktober 2026 | 10 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP: Indonesia Jadi Contoh Berdemokrasi Asia Tenggara

pdip-jatim-diskusi-pemilu-damai

JAKARTA – Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari, mengatakan, Indonesia masih menjadi contoh negara berdemokrasi di wilayah Asia Tenggara karena sistem Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negara-negara lainnya.

“Indonesia masih jauh lebih baik. Di indonesia full (kekuatan) sipil, bahkan penyelenggara pemilu di luar kontrol negara. Negara tidak turut campur,” kata Eva dalam diskusi publik “Pemilu Damai : Masihkah Indonesia Menjadi Contoh Demokrasi di Asia Tenggara”, di Kantor Megawati Institute, Jakarta Pusat, Rabu.

Ia menjelaskan, Pemilu di Indonesia, baik itu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Presiden (Pilpres), hingga Pemilihan Legislatif (Pileg), menyerahkan sepenuhnya mandat untuk memilih pemimpin kepada rakyat.

“Tentunya disini ada peran sipil dan pers. Trend yang ada kini sudah dikaitkan dengan penyelenggaraan pemilu serentak. Berbeda dengan Thailand dan Myanmar yang masih tertutup dalam hal penyelenggaraan pemilu,” ucap Eva.

Kekuatan masyarakat sipil di Indonesia, kata dia, juga sudah lebih pintar dan bisa belajar dari kesalahan. Hal itu belajar dari pengalaman dari Pilkada DKI 2017, dimana saat itu ada pencampuradukan agama dan politik.

“Namun, saat Pilkada serentak 2018 kondisi itu sudah jauh berkurang. Jadi, bila ada yang berkata Indonesia tidak menjadi ‘role model’ dalam berdemokrasi adalah salah. Indonesia masih menjadi contoh bagi negara demokrasi di Asia Tenggara,” jelasnya.

Media, kata Eva, juga memiliki kekuatan untuk menjaga dan memberi pelajaran berdemokrasi kepada masyarakat.

“Jika keluar dari fungsinya, media justru dapat menjadi senjata untuk menghancurkan kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, para politisi juga diharapkan dapat menjadi penjaga gawang dan aparatur kepolisian juga dapat cepat tanggap, responsif, serta netral dalam pelaksanaan pemilu.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengakui, hingga saat ini bangsa Indonesia memang masih menjadi rujukan ketika membicarakan masalah Pemilu dan demokrasi.

“Negara Indonesia masih menjadi rujukan ketika membicarakan fair election. Apalagi demokrasi Indonesia merupakan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia setelah India dan Amerika Serikat,” kata Titi.

Saat ini, tambah dia, Indonesia juga sudah dikenal sebagai negara pemilihan langsung serentak di dunia (the biggest one day election in the word dengan data pemilih tahun 2014 sebesar 187 juta pemilih). (ant)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...
EKSEKUTIF

Sanusi Siapkan Pendidikan Kesetaraan Gratis untuk 14.565 Anak Tidak Sekolah di Malang

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menyiapkan intervensi pendidikan kesetaraan yang dibiayai penuh melalui APBD untuk ...
KRONIK

Ina Ammania Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 13 Mahasiswi Unpas Diusut Transparan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mendesak pengusutan transparan atas dugaan kekerasan seksual ...
EKSEKUTIF

Pasar Ngadiluwih Kediri Segera Buka 24 Jam, Siapkan 805 Lapak untuk Pedagang

KEDIRI – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, segera beroperasi dengan konsep 24 jam setelah revitalisasinya hampir ...