Jumat
28 Agustus 2026 | 9 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Sekjen PDIP: Hanya Menghadirkan Atraksi Playing Victim

pdip-jatim-hasto-doorstop2

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyesalkan dramatisasi dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang ditampilkan elite politik.

Dia menilai opini yang coba dibangun seolah penganiayaan datang dari pro atau pendukung Presiden Jokowi lantaran sikap Ratna yang kerap berseberangan dengan pemerintah.

Dikabarkan, Ratna Sarumpaet dianiaya 3 orang tidak dikenal di Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada Jumat (21/9/2018) lalu.

Hasto menyebut ada upaya memolitisir kasus tersebut saat Indonesia sedang berduka atas bencana gempa dan tsunami yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hasto juga menilai, tindakan tim pemenangan Prabowo-Sandi yang memberikan dukungan terhadap Ratna menunjukkan adanya kepentingan politik. Jika memang ada bukti penganiayaan, dia menyebut tim pemenangan Prabowo-Sandi harusnya lapor ke polisi.

“Kita ini negara hukum. Jika tim pemenangan Prabowo-Sandi betul-betul memiliki bukti otentik atas penganiayaan tersebut, segera laporkan polisi. Tempuh jalur hukum dan minta visum et repertum sehingga publik mendapatkan kejelasan atas persoalan tersebut,” kata Hasto, Rabu (3/10/2018).

Diketahui, Ratna sama sekali tidak melapor ke polisi atas penganiayaan tersebut. Terkait hal itu, Hasto mengatakan Ratna hanya menghadirkan playing victim ketika pemerintah sedang fokus pada penanganan gempa dan tsunami.

Menurut Hasto, apa yang dipertontonkan dengan memolitisasi kasus kekerasan secara sepihak tanpa adanya laporan ke polisi dan keterangan resmi dari rumah sakit, hanya menghadirkan atraksi playing victim yang tidak etis dan telah mengusik rasa kemanusiaan.

“Sebab saat ini perhatian seluruh bangsa ditujukan pada upaya menolong rakyat yang menjadi korban bencana. Kehadiran Pak Jokowi hari ini kembali ke Palu karena suara hati kemanusiaan itu,” tuturnya.

Kasus ini juga dinilai Hasto sebagai usaha penggiringan opini agar Jokowi bertanggung jawab atas hal ini. Dia menyebut tindakan ini tidak elok dan menyerang kecerdasan publik.

“Rakyat tahu bahwa Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf tidak memiliki tradisi kekerasan sama sekali. Sementara yang di sana memiliki banyak pengalaman kelam terhadap berbagai bentuk tindak kekerasan,” tegasnya.

Hasto juga menilai tim pemenangan Prabowo-Sandi seharusnya lebih menunjukkan dukungannya kepada kasus Semanggi atau penculikan aktivis masa lalu dibandingkan dengan membela kasus Ratna.

“Pembelaan yang diungkap atas kasus Ratna Sarumpaet oleh tim Prabowo tersebut hanya akan positif apabila mereka juga membela lebih hebat lagi terhadap Kasus Semanggi ataupun penculikan aktivis serta pembunuhan Marsinah di era rezim Soeharto,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...