Selasa
03 November 2026 | 1 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Anas: Rumah Pasien Miskin Akan Terus Dikunjungi hingga Sehat

pdip-jatim-anas-kunjungi-rumah-pasien-miskin

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mengintensifkan program kunjungan ke rumah pasien, terutama warga kurang mampu, setelah mereka dirawat inap. Program tersebut diberi nama Pari Kuning (Pasca-Rawat Inap, Kunjungi Ning Griyo).

Senin kemarin, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengecek Mbah Soni, warga penerima program Pari Kuning di kawasan Desa Jambe Wangi, Sempu.

”Ini inovasi jemput bola yang merawat pasien di rumah untuk melakukan kontrol kesehatan bagi pasien lanjut usia dan sebatang kara. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah, tetap kita berikhtiar semaksimal mungkin hadir untuk pasien warga miskin,” kata Azwar Anas.

Dia memaparkan, program Pari Kuning ini rutin dilakukan dua sampai tiga hari setelah pasien pulang dari rawat inap. Kunjungan terus dilakukan secara rutin sampai kondisi pasien normal.

“Ini untuk mem-follow-up kondisi pasien pasca-rawat inap. Pada Program Pari Kuning ini, tim puskesmas yang terdiri atas dokter dan perawat mendatangi pasien ke rumahnya. Karena pasien lansia dan sebatang kara ini tidak punya kerabat untuk mengantar kontrol ke puskesmas,” jelasnya.

Para pasien tersebut juga diberikan kentongan bambu, yang fungsinya sebagai alarm bagi tetangga sekitarnya jika sewaktu-sewaktu membutuhkan pertolongan. Masyarakat sekitar sudah disosialisasikan, apabila mendengar suara kentongan dari rumah pasien, agar segera datang dan membantu.

”Jadi ini wujud kearifan lokal. Para lansia yang tinggal sendirian ini tidak bisa akses teknologi smartphone, seperti WhatsApp dan Instagram. Kalau butuh pertolongan, bunyikan kentongan, tetangganya yang nanti segera lapor Puskesmas,” papar Anas.

Kepala Puskesmas Sempu Hadi Kusairi menambahkan, saat ini sudah ada 204 pasien yang merasakan manfaat program ini. Sebanyak 53 di antaranya diberikan fasilitas kentongan yang bisa digunakan untuk meminta bantuan dari tetangga terdekat apabila sewaktu waktu ada kondisi sakit darurat.

“Tetangga sekitarnya juga sudah kami beri pengertian dan kami bekali nomor telepon puskesmas dan nomor handphone petugas yang bisa dihubungi kapan saja agar bisa segera ditindak lanjuti,” ujar Hadi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...