Senin
10 Agustus 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yayasan Pawyatan Kediri Jadikan Pancasila sebagai Orientasi Pembentukan Karakter Siswa

YL_1535256365293

KEDIRI – Aula SMP Pawyatan Daha 1 Kediri ramai oleh yel-yel Pancasila dari 150 guru TK, SD, SMP, SMA, dosen-dosen Universitas Daha, Sabtu (25/8/2018). Yel-yel itu untuk mengawali presentasi mereka terkait pengintegrasian Pancasila ke dalam pendidikan.

Ada juga satu kelompok terdiri dari guru dari luar Yayasan Pawyatan dari SMP Santa Maria, SMP PGRI, dan SMP Petra yang turut berpartisipasi karena menginginkan hal yang sama untuk sekolah mereka.

Suasana forum amat dinamis karena mereka menyajikan hasil kerja kelompok setelah 3 hari workshop tentang strategi integrasi Pancasila ke dalam pendidikan.

10 Kelompok beradu gagasan disertai contoh-contoh aktual yang beragam disesuaikan strata pendidikan yang menjadi tanggung jawab kelompok masing-masing.

Workshop yang merupakan kerjasama Kaukus Pancasila DPR RI dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) tersebut berlangsung mulai tanggal 23-25 Agustus 2018 dengan hasil yang diharapkan berupa sylabus pendidikan masing-masing tingkatan.

Hadir pada pembukaan workshop pada tanggal 23 Agustus lalu, PLT Kepala BPIP Prof Haryono dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari Kabupaten dan Kota Kediri.

Kepala Yayasan Pawyatan, LH Pranoto menyatakan komitmen Yayasan tentang pendidikan penguatan karakter yang berorientasi Pancasila.

“Setelah ini, kami akan melakukan sosialisasi berseri tentang hasil workshop bagi para guru di lingkungan masing-masing agar seluruh guru paham kebijakan baru ini,” jelas Pranoto.

Eva Sundari, selaku Ketua Kaukus Pancasila DPR RI memberi masukan kepada peserta. “Agar program ini efektif maka kita harus bekerja juga untuk membentuk Nilai Organisasi atau Sekolah sehingga nilai-nilai yang ingin kita tanam ke para siswa menjadi berkesinambungan,” ujarnya.

Menurut Eva Sundari, sekolah harus membangun branding salah satunya adalah mempunyai yel-yel sekolah dan kedua adalah perlunya para champion (model) yang dalam hal ini adalah para pemimpin sekolah dan terutama adalah para guru. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...