
JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) atau timses Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan mengejutkan kubu Prabowo.
“KIK (Koalisi Indonesia Kerja) suka memberi kejutan. Termasuk ke koalisi PSSU (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno),” ujar Eva, Selasa (21/8/2018)
Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan ini menyebutkan, sampai saat ini Jokowi masih mencari sosok yang tepat sebagai ketua timses. Jokowi sedang meminta petunjuk Allah SWT.
“Presiden masih nunggu petunjuk dari langit, istikharah… jangan diganggu,” jelas Eva.
Sementara itu, terkait kampanye yang dijalankan pasangan Jokowi-Ma’ruf, polanya beda dengan Pilpres 2014 lalu. “Kampanye seperti dulu rasanya sudah enggak zaman lagi. Itu menguras tenaga terlalu berlebihan,” ujar Pramono Anung, anggota tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin, kemarin.
Diketahui, pola kampanye Jokowi pada Pilpres 2014 lalu lebih menitikberatkan kepada pemusatan massa dan blusukan Jokowi ke kantung-kantung suaranya di penjuru Indonesia.
Pada Pilpres 2019 mendatang, pola kampanye dan pemenangan akan menitikberatkan pada pencapaian akan kinerja pemerintah ke masyarakat.
“Presiden sebagai incumbent menitikberatkan pada kerja yang telah dilakukan selama ini. Sehingga dengan demikian, beliau akan ambil posisi pada kerja seperti biasa ya. Kecuali pada saat debat dan sebagainya,” jelas dia.
Pola demikian juga akan dilakukan menteri-menteri yang menjadi tim sukses Jokowi- Ma’ruf. Soal banyaknya menteri di Kabinet Kerja yang menjadi timses, Pramono yakin, itu tak mengganggu kinerja.
“Yang jelas, pemerintahan tidak akan terganggu,” ujar Pramono. Sebab, para menteri berada di posisi pengarah, bukan pada posisi yang mengharuskan kehadiran pada momen-momen tertentu.
“Pengarah itu kan mengarahkan, enggak seperti di bawahnya. Ada direktur, tim teknis dan sebagainya, sehingga konsentrasi kinerja di kementeriannya tidak akan terganggu ya,” lanjut dia. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









