Rabu
21 Oktober 2026 | 4 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Kenaikan Gaji PNS, Sekjen PDIP: Jangan Kaitkan dengan Pilpres

pdip-jatim-hasto-upc-ke-73-kemerdekaan3

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto minta kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) tak dikaitkan dengan aspek politik, terutama menjelang Pilpres 2019. Hasto menilai, tak ada kaitannya kenaikan gaji PNS dengan Pilpres 2019.

Ia mengatakan hal itu justru bagus karena meningkatkan kesejahteraan para birokrat yang menjadi abdi negara.

“Kesejahteraan bagi rakyat, bagi PNS itu merupakan hal yang positif yang tidak perlu kita kaitkan dengan upaya-upaya elektoral,” kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018).

Hasto justru mengritik kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia menilai, saat itu SBY menggunakan APBN untuk kepentingan elektoral lantaran BLT dan bantuan sosial (bansos) baru digelontorkan di tahun 2008 dan 2009 menjelang pilpres.

“Pak Jokowi terpilih dari prestasinya melalui kepemimpinan yang merakyat bukan karena politik bansos sebagaimana terjadi secara massif pada tahun 2009 lalu. Tahun 2008-2009 sebagaimana kita ketahui terjadi politik bansos melalui BLT,” ucap Hasto.

“Kemudian distribusi raskin, segala sesuatunya dikaitkan dengan elektoral pihak tertentu, Pak Jokowi belajar dari itu dan kami kemudian tidak ingin menjadikan APBN hanya sekedar alat elektoral,” lanjut dia.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi para aparatur negara pada 2019 mendatang. Rencana itu bakal dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Pada 2019, pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi aparatur negara serta pensiunan sebesar rata-rata 5 persen,” ucap Jokowi dalam Rapat Paripurna RAPBN 2019 di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Rencana tersebut dicanangkan pemerintah untuk melanjutkan tren positif yang terjadi pada birokrasi selama 2018. Pada 2018, pemerintah telah melakukan percepatan pelaksanaan reformasi di 86 kementerian/lembaga (K/L) guna memberikan pelayanan publik yang lebih mudah, baik, dan cepat, serta transparan.

Rencana kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok itu pun diharapkan Jokowi bisa semakin memberikan peningkatan kualitas birokrasi dalam negeri. “Peningkatan kualitas dan motivasi birokrasi terus dilakukan agar aparatur negara makin profesional, bersih, dan terjaga kesejahteraannya,” tutur Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...