
JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengaku tidak mengira bakal ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan pejabat sebelumnya Asman Abnur yang mengundurkan diri.
“Saya tidak mengira, tadi malam pukul 20.30 saya dipanggil Bapak Presiden ke Istana bogor. Terus beliau menyampaikan bahwa saya akan dilantik hari ini untuk menjadi Menteri PAN-RB,” kata Syafruddin kepada wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Menteri PAN-RB, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Syafruddin menggantikan pejabat sebelumnya Asman Abnur yang memilih mundur terkait dengan sikap partai politik asalnya dalam pemilihan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden periode 2019-2024.
Syafruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri ini mengaku sudah menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri kepada Kapolri.
“Begitu Bapak Presiden menunjuk saya tadi malam kemudian hari ini pelantikan, tadi malam juga saya serahkan jabatan Wakapolri ke Bapak Kapolri. Memang begitu aturannya,” ungkapnya.
Karena itu, saat dirinya dilantik sebagai Menteri PANRB, statusnya sudah menjadi sipil.
Mengenai pekerjaan rumah yang akan diselesaikannya selepas pengunduran diri Asman Abnur seperti perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Syafruddin mengatakan akan menyelesaikannya.
“Kita akan selesaikan sesuai dengan program yang sudah dilaksanakan 5 tahunan selama kepemimpinan beliau,” tegas dia.
Usai pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri memberikan ucapan selamat diikuti tamu undangan yang hadir lainnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, kinerja Asman sejatinya tak bermasalah. Hanya saja, partai tempat Asman bernaung, memutuskan mengusung Prabowo-Sandiaga. Sedangkan diketahui, Jokowi berpasangan dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.
“Kalau mau jujur, Pak Asman sebenarnya berprestasi sebagai menpan. Tapi ini kan pilihan politik (dari PAN) yang tak bisa terhindarkan,” jelas Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/8).
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) tersebut menambahkan, Asman sangat legowo dan mengetahui posisinya diganti. “Intinya beliau dengan legawa, karena beliau memang sudah tahu. Ini kan bukan proses yang tiba-tiba,” imbuhnya.
Sedang Ketua DPP PDIP nonaktif sekaligus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan, suatu kewajaran apabila kader PAN di Kabinet Kerja diganti.
“Kalau melihat seperti itu (dukungan PAN), memang dimungkinkan kemudian untuk memperkokoh, memperkuat koalisi, bahwa yang tidak mendukung pemerintahan sekarang, ya mengundurkan diri atau keluar dari koalisi,” tegasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









