Kamis
24 September 2026 | 9 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kalangan Akademisi Gabung, PDIP: Bisa Praktikkan Gagasan Ekonomi Berdikari

pdip-jatim-caleg-akademisi

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberi pembekalan kepada bakal caleg dari kalangan akademisi. Dalam pembekalan yang dihadiri 19 akademisi, dibahas paradigma ekonomi berdikari yang menjadi salah satu cita-cita Trisakti Bung Karno.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, bergabungnya para profesor dan doktor yang kelak menjadi anggota DPR, nantinya bisa menjabarkan sekaligus mempraktikkan gagasan ekonomi berdikari yang dicanangkan Bung Karno.

“Bagaimana kita berdikari berdiri di atas kaki sendiri dengan seluruh aspek kehidupan kita, di tengah perkembangan liberalisasi ekonomi dan juga politik yang luar biasa belakangan ini,” ujar Hasto, Kamis (2/8/2018).

Dia menuturkan, Indonesia harus berdikari dari masalah pangan dan energi. Apalagi, puluhan tahun negara ini masih impor sejumlah jenis pangan, minyak dan gas bumi, kendati di era Jokowi hal ini sudah menjadi perhatian.

Untuk mewujudkan ekonomi berdikari, kata Hasto, PDIP menyadari kebijakan yang diambil harus berdasarkan data akurat yang berdasarkan ilmu dan pengetahuan. Kebijakan berdasarkan riset ini pula yang terus didorong Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Jokowi.

“Ketika Ibu Mega berdialog dengan Pak Presiden Jokowi membahas pengumuman kembali Pak Jokowi sebagai capres, pertemuan itu pada hari Jumat 23 Februari 2018. Dalam suasana yang sangat kontemplatif, Ibu Mega berpesan agar Jokowi membuat data riset nasional, di mana semua data terintegrasi,” ungkap Hasto.

Data yang terintegrasi itu, setidaknya memuat empat hal, yakni data manusia, flora, fauna dan teknologi. Data ini bisa digunakan untuk pengembangan ekonomi suatu daerah secara terfokus.

“Ibu Mega punya imajinasi, misalnya Kabupaten Karo fokus pada sayur-mayur sehingga produk massal dan berkualitas bisa datang dari sana. Bisa dikemas dengan baik, misalnya dengan label cita rasa surga. Kemudian dari Papua fokus umbi-umbian,” ujarnya.

Dia pun melanjutkan, PDIP juga yang selalu menganggap kaderisasi atau pendidikan kader adalah hal terpenting dalam setiap proses kepartaian. Sejarah mencatat, selama 32 tahun PDIP tidak bisa melakukan kaderisasi karena dikekang rezim Orde Baru.

“Hari ini adalah keistimewaan karena selama 32 tahun tidak ada orang pintar yang bergabung dengan PDI Perjuangan,” kata Hasto. Sebelumnya, PDIP memberi pembekalan kepada caleg dari kalangan artis dan purnawirawan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Seragamkan Motif, Warna, dan Kualitas Batik untuk SD-SMP Negeri

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyeragamkan motif, warna, hingga kualitas seragam batik untuk ...
KRONIK

Gelar LKBB untuk Ribuan Pelajar, Pemkab Banyuwangi Wadahi Kreativitas dan Bakat Anak Muda

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) untuk pelajar. ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Minta Penyisiran Data Desil Tak Dinodai Nepotisme

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta penyisiran ulang data penerima bantuan sosial (bansos) ...
LEGISLATIF

DPRD Lamongan Siap Kawal Tuntutan Mahasiswa soal Transparansi Dana DBHCHT

LAMONGAN — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK ...
LEGISLATIF

Puan Minta Reformasi Tata Kelola Lapas Usai Temuan Fasilitas Istimewa

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan reformasi mendasar terhadap tata kelola lembaga ...
LEGISLATIF

Said Abdullah: Bukan UU Baru, Aturan Turunan P2SK dan Kelembagaan yang Perlu Diakselerasi

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah menilai kebutuhan mendesak sektor keuangan saat ini bukan ...