Selasa
03 November 2026 | 3 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Terorisme dan Radikalisme, Surabaya Galakkan Operasi Yustisi

pdip-jatim-risma-tri

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama dengan tiga pilar mengajak masyarakat lebih waspada dan sigap memberikan informasi bila melihat ada warga yang mencurigakan.

Ajakan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme itu disampaikan Risma saat menggelar rapat koordinasi dengan tiga pilar tentang keamanan dan ketertiban Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Jumat (6/7/2018).

Hadir dalam acara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Danrem, lurah dan camat se Surabaya serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se Surabaya.

Risma menjelaskan bahwa sinergitas tiga pilar ini sangat penting dan menjadi ujung tombak dalam pencegahan terorisme dan radikalisme. Terlebih lagi ketika adanya insiden di Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7/2018).

“Saya kumpulkan ini karena ternyata kita masih dekat dengan hal-hal yang mungkin mengganggu kita. Sebab, kalau naik bus dari Bangil ke Surabaya, paling hanya 30 menit. Jadi, marilah kita sama-sama menjaga Kota Surabaya ini,” kata Risma.

Salah satu pencegahan terorisme dan radikalisme itu, sebutnya, bisa dilakukan dengan menggalakkan operasi yustisi di berbagai titik di Kota Surabaya. Dia berharap operasi yustisi itu tidak hanya menyasar perkampungan, namun juga perumahan-perumahan.

“Saya juga tidak mau operasi yustisi itu hanya dilakukan di kos-kosan, tapi juga harus dilakukan di pinggir rel kereta api dan pinggir-pinggir sungai,” tegasnya.

Risma juga minta lurah dan camat serta babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk berkoordinasi dalam menggelar pertemuan bersama warga yang sekiranya perlu dihadiri pimpinan tiga pilar.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menilai sudah waktunya untuk maju atau menyerang, karena tidak mungkin terus siaga dan bertahan terhadap ancaman terorisme. Sebab, apabila terus bertahan, maka akan tetap berada di bawah kendali para pelaku teror.

“Kalau kita terus siaga, sampai kapan kita bisa bertahan? Sudah saatnya kita maju supaya mereka juga mikir kalau mau masuk ke Surabaya. Menyerang tidak harus dengan senjata,” jelas Risma.

Oleh karena itu, dia minta seluruh jajarannya tidak lengah terhadap ancaman terorisme ini. Orang-orang yang dicurigai harus terus diawasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Banjir Lahar Semeru, Eko Yunianto Desak Posko Darurat dan Logistik Pengungsian Dioptimalkan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, meminta optimalisasi posko darurat dan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...