Selasa
03 November 2026 | 3 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sistem Zonasi Online PPDB SMP di Banyuwangi Berbasis Geospasial

pdip-jatim-bupati-banyuwangi-anas

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi menerapkan sistem zonasi online menggunakan koordinat rumah berbasis geospasial pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Langkah ini mempertajam sistem zonasi sebagaimana Permendikbud No 14/2018 tentang PPDB.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pada musim tahun ajaran baru 2018, Banyuwangi mulai menerapkan sistem zonasi online berbasis geospasial pada pelaksanaan PPDB tingkat SMP.

Sebelumnya, sistem yang diterapkan baru berbasis kecamatan yang tidak bisa mengukur jarak rumah siswa ke sekolah secara signifikan, sehingga ada peluang manipulasi data.

Anas menyebutkan, selama ini sekolah favorit pasti menjadi incaran banyak siswa. Sehingga sekolah favorit akan terus berisi anak-anak pintar dan sekolah pinggiran akan sulit bersaing.

Dengan adanya peraturan zonasi berdasarkan kecamatan, ujarnya, juga masih bisa disiasati oleh pendaftar.

“Makanya PPDB di Banyuwangi kita buat sistem online, dengan penghitungan jarak berdasar koordinat rumah berbasis geospasial. Dengan sistem ini pengukuran jarak rumah dengan sekolah dilakukan secara real time saat siswa mendaftar,” kata Anas, Kamis (5/7/2018).

Pada PPDB tahun ini, ada dua pertimbangan untuk menentukan lolos tidaknya siswa. Yakni skor jarak (jarak rumah ke sekolah) dan skor USBN (ujian sekolah berstandar nasional).

Skor jarak lebih besar porsinya ketimbang skor USBN yakni 60 persen berbanding 40 persen.  Skor jarak inilah yang akan dihitung oleh sistem saat siswa mendaftar pada sekolah yang dipilih.

Karena itu, nilai USBN tinggi belum menjadi jaminan seorang siswa bisa masuk ke sekolah yang dituju.

Saat mendaftar di website PPDB, siswa cukup memasukkan nomor induk siswa dalam website. Kemudian sistem secara otomatis menghitung jarak rumah siswa tersebut dengan sekolah yang dipilih berdasarkan titik koordinat rumah yang sudah tersimpan di data base.

“Semakin dekat jarak rumah dengan sekolah, maka skor jarak semakin besar,” terang Anas.

Sistem ini, lanjut dia, dapat menjaga proses PPDB SMP di Banyuwangi berlangsung dengan transparan. Apalagi semua prosesnya dilakukan secara online.

Siswa juga bisa langsung tahu hasil lolos atau tidaknya saat itu juga. “Kalau belum lolos, siswa bisa langsung memilih sekolah lainnya, dengan prosedur yang sama,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...