Jumat
28 Agustus 2026 | 11 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Kami Menari di Pesta Sendiri, Bukan Pesta Orang Lain”

pdip-jatim-kader-yang-menang-pilkada

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira heran dengan opini publik yang menyatakan partainya menelan kekalahan pada pemilihan kepala daerah serentak 2018. sebab, secara kuantitatif, PDI Perjuangan justru menunjukkan sebaliknya.

Menurut Andreas, dari pilkada di 17 provinsi, PDIP menang di enam provinsi. Yakni Jateng, Bali, Sulsel, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

“Dari enam provinsi di mana calon kami menang itu, empat calon gubernurnya kader kami dan yang calon wakil gubernur ada tiga orang,” papar Andreas, kemarin.

Sementara, Pilkada di 154 kabupaten/ kota, calon yang diusung dan didukung PDI Perjuangan dan menang, yakni berjumlah 91 daerah. “Itu artinya kurang lebih kami menang 60 persen pilkada tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.

Apalagi, sebanyak 33 calon bupati/wali kota yang menang di pilkada tingkat kabupaten/ kota itu merupakan kader PDI Perjuangan. Pun 38 calon wakil bupati/ wali kota yang menang, juga kader PDIP.

“Jadi kami ini bukan menari di pesta orang lain. Kami ini menari di pesta kami sendiri, itu fakta,” tegas dia.

Sebab bagi PDIP, kemenangan yang hakiki adalah saat yang memenangkan pesta demokrasi adalah berasal dari kader sendiri.

Andreas menduga kuat opini publik yang dibentuk bahwa PDIP kalah dalam Pilkada serentak 2018 sengaja diembuskan untuk menjatuhkan citra positif partainya. Namun, pihaknya juga tidak bisa mencegah berkembangnya isu itu.

“Banyak opini yang menginginkan PDIP kalah. Padahal salah kaprah. Faktanya tidak seperti itu. Kalau itu cuma opini, ya sah-sah sajalah. Karena kerja politik itu kan kerja opini ya,” jelas Andreas.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, apabila dilihat dari angka kemenangan, PDIP hanya menang di enam provinsi masih kalah dari sejumlah partai lain.

Meski demikian, partai lain yang menang dalam jumlah besar di Pilgub itu, kata dia, tidak mengusung kadernya sendiri. Hal berbeda dengan PDIP yang mengutamakan mengusung kader untuk maju di pilkada.

“Kami berhasil melawan pragmatisme mengambil sembarang tokoh yang tidak jelas asal usul ideologi dan komitmennya. Dan PDI Perjuangan kukuh mengajukan kader untuk maju Pilkada,” kata Hasto dalam jumpa pers di Kantor DPP PDIP beberapa waktu lalu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...