
PACITAN – Cawagub Jawa Timur Puti Guntur Soekarno meluangkan waktunya mengunjungi pesona alam Goa Tabuhan, di Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, Selasa (3/4/2018).
Tak hanya menyaksikan keeksotisan ikon kabupaten 1001 Goa tersebut, Puti juga ingin melihat salah satu sudut di Goa Tabuhan yang pernah dikunjungi kakeknya, Presiden pertama RI Soekarno.
Pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu mendatangi Goa Tabuhan setelah sebelumnya berziarah ke makam seorang tokoh ulama besar NU (Nahdlatul Ulama) KH Umar Sahid atau dikenal Mbah Umar Tumbu, di Desa Jajar, Kecamatan Donorejo
Selama Puti menikmati keindahan bagian dalam Goa Tabuhan, beberapa seniman menyuguhkan aksi memainkan musik dan tembang-tembang Jawa. Menariknya, alat musik yang ditabuh bukan perangkat gamelan Jawa, namun batu-batu stalaktit yang banyak menghiasi Goa Tabuhan.
Dengan iringan kendang, dan paduan beberapa batu stalaktit yang ditabuh 6 seniman itu pun menimbulkan suara yang tajuak kalah dengan gamelan Jawa.
Puti yang didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari, Ketua DPC PDIP Pacitan Mardiyanto, serta rombongan lainnya, beberapa saat menikmati alunan tembang-tembang Jawa, sebelum lebih jauh memasuki Goa Tabuhan.
“Keren banget, sangat mirip dengan gamelan,” ucap Puti.
Alumnus FISIP Universitas Indonesia ini kemudian melanjutkan langkahnya melihat lebih dalam melewati lorong-lorong goa. Saat sampai di tempat yang pernah dikunjungi Bung Karno, Puti berhenti beberapa saat.
“Tadi memang saya dikasih tahu, Bung Karno pernah datang ke sini sekitar tahun 1946,” ujarnya.
Di tempat itu, Puti mengamati pesan berupa tulisan kakeknya yang diukir di dalam goa tersebut. Dia berpendapat, Bung Karno dulu datang ke Goa Tabuhan juga untuk melihat satu potensi wisata alam ini.
“Karena goa ini sudah ada 50 ribu tahun yang lalu, sejak jaman purbakala. Ini merupakan peninggalan yang harus dilestarikan,” kata Puti.
Sementara itu, terkait ziarah ke makam KH Umar Sahid yang meninggal pada 4 Januari 2017, di usia sekitar 132 tahun, menurut Puti, hal itu sebagai bentuk wujud menghormati tokoh ulama yang melakukan syiar Islam di tiap daerah.
Dia menilai Kyai Umar Sahid sebagai sosok ulama besar yang melakukan syiar Islam di Kabupaten Pacitan.
“Ini upaya merajut benang merah sejarah. Terutama ulama besar yang telah melakukan syiar Islam. Seperti KH Umar Syahid ini telah banyak memberikan jasa di Pacitan, dengan syiar Islam,” tutur Puti, usai melakukan ziarah. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









