Jumat
14 Agustus 2026 | 5 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Patuh Kyai, Alumni Ponpes Al Falah Ploso Siap Menangkan Gus Ipul-Mbak Puti

pdip-jatim-gus-ipul-di-tambakberas

JOMBANG – Alumni Ponpes Al Falah Ploso diinstruksikan untuk turut memenangkan Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jatim yang bakal digelar 27 Juni 2018.

Keputusan ini diambil setelah para alumnus menggelar Musyawarah Nasional (Munas) II selama dua hari di Ponpes Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang.

Juru bicara Munas II Alumni Ponpes Al Falah Ploso, Muhammad Firjon Barlaman mengatakan, ada satu item dalam pembahasan sidang komisi organisasi. Yakni, para alumni Al Falah Ploso harus tunduk dan patuh terhadap keputusan para kyai atau masyayikh.

Artinya, sikap ini diambil ibarat sebuah barisan jika tidak tunduk dan patuh pada komando akan porak poranda.

Dua pasangan calon yang muncul yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno maka alumni Ploso diinstruksikan mendukung pasangan Gus Ipul-Puti.

“Kan sudah jelas tadi dukungan kepada Gus Ipul,” kata Gus Firjon kepada wartawan, Minggu (3/3/2018).

Terkait alasan kenapa mendukung pasangan nomor urut dua ini, kata Gur Firjon, adalah bagian dari sikap tunduk kepada perintah para kyai atau masyayikh.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Alumni Al Falah Ploso terpilih KH Abdussalam Sohib menambahkan, sikap mendukung pasangan ini bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Gus Ipul mampu merepresentasikan kepentingan pesantren di Jawa Timur sewaktu mendampingi Soekarwo sebagai Gubernur Jatim.

Beberapa di antaranya terkait bantuan operasional kepada madrasah diniyah serta tunjungan bagi para guru ngaji di Jawa Timur.

“Kedepan peran pemerintah terhadap dunia pesantren harus ditingkatkan. Jawa Timur adalah satu-satunya provinsi yang memperhatikan madrasah diniyah,” kata Gus Salam.

Selain rekomendasi pemenangan pasangan Gus Ipul-Puti, tambah Gus Salam, dalam sidang-sidang komisi juga menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah. Salah satunya adalah mendorong pemerintah agar memberikan perhatian baik sarana maupun prasarana terhadap dunia pesantren.

Jumlah pesantren di Indonesia puluhan ribu. Selain itu, ada pengakuan secara resmi bagi para alumni pesantren meskipun tanpa harus menempuh pendidikan umum.

Misalnya, banyak santri yang tidak bisa menempuh pendidikan tinggi lantaran berbekal pendidikan di pesantren.

“Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia pesantren yang memiliki kontribusi nyata dalam pembentukan karakter anak bangsa,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...