Rabu
21 Oktober 2026 | 6 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Istana Batu Tulis, Jokowi dan Megawati Bicara soal Pilpres

pdip-jatim-mega-jokowi-istana-batu-tulis

JAKARTA — Pemilu presiden (pilpres) menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2/2018) malam.

“Iya, saya berbicara mengenai pilpres,” ungkap Jokowi kepada wartawan di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Meski demikian, Jokowi tidak menjelaskan lebih rinci apa saja terkait pilpres yang diperbincangkan dengan Megawati.

Dia juga membantah pertemuannya dengan Megawati itu membahas nama yang akan dijadikan bakal calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

“Belum sampai ke sana. Masih panjang banget, masih panjang sekali,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, pertemuannya dengan Megawati sebenarnya merupakan pertemuan rutin dengan ketua umum partai politik. Pertemuan serupa sering ia lakukan dengan ketua umum partai politik lainnya.

Selain membahas pilpres, Jokowi dan Megawati juga membahas dinamika pilkada di 171 daerah di Indonesia 2018 ini. Keduanya membahas bagaimana melewati masa pilkada dengan aman dan damai.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan antara Megawati dengan Jokowi membahas isu-isu strategis terkini.

“Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan belum memutuskan sosok cawapres yang akan mendampingi Presiden Jokowi pada Pemilu 2019.

Dia mengatakan, PDIP baru membahas kriteria cawapres yang nantinya akan disandingkan dengan Jokowi. Dia menekankan, hal terpenting ialah cawapres Jokowi memiliki komitmen kerakyatan dan cocok bekerja sama dengan mantan Wali Kota Solo itu.

Selain itu, sebut Hasto, PDIP juga akan membahas cawapres pendamping Jokowi bersama seluruh partai koalisi pemerintah karena tak ada partai yang mampu mengusung sendiri pasangan capres dan cawapres.

“Didialogkan bersama dengan partai yang mengusung mengingat berdasarkan keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) kekuatan PDI-P hanya 18,7 persen,” katanya.

Saat ditanya apakah PDI-P akan mengusung cawapres dari kalangan tertentu seperti santri atau nasionalis, Hasto menjawab belum ada pembicaraan yang mengerucut ke sana.

Dia mengatakan, kemungkinan hal itu akan dibahas dalam rapat kerja nasional (rakernas) di Bali pekan ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...
KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...