Rabu
21 Oktober 2026 | 8 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan: NU Perekat Persahabatan Kebangsaan

pdip-jatim-hasto-di-seminar-PWNU-jatim

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mewakili seluruh kader Partai mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke-92 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh tepat pada hari ini.

PDI Perjuangan mengganggap NU sebagai organisasi pembawa keselamatan bangsa dan memiliki tekad mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.

“NU berhasil membuktikan jati dirinya sebagai perekat persahabatan kebangsaan yang begitu penting bagi kokohnya Pancasila dan NKRI,” kata Hasto, Rabu (31/1/2018).

Dia menyebutkan, PDI Perjuangan terus meletakkan kesadaran akan peran pentingnya NU dalam pendidikan politik dan kaderisasi kepemimpinan internal partai.

Menurut Hasto, hal ini bisa dilihat dari langkah PDI Perjuangan dalam menjaring calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Setidaknya, tercatat 63 calon kepala daerah yang diusung PDIP adalah warga Nahdliyyin

“Tercatat representasi NU hadir di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekurang-kurangnya 61 daerah lainnya di tingkat kabupaten/kota dalam rangka Pilkada Serentak tahun 2018,” jelasnya.

Di Jawa Timur, PDI Perjuangan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berpasangan dengan kadernya, Puti Guntur Soekarno.

Sementara di Jawa Tengah, PDI Perjuangan menggandeng Gus Taj Yasin untuk dipasangkan dengan kadernya, Ganjar Pranowo.

Tak hanya kepala daerah, PDIP sebagai parpol utama pendukung pemerintahan Jokowi pun terus berupaya untuk melibatkan kader NU di kabinet kerja.

Hal ini ditunjukkan saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan masukan kepada Presiden Jokowi terkait susunan kabinet.

“Ketika Bapak Jokowi meminta pertimbangan Ibu Megawati terhadap susunan kabinet pun, Ibu Megawati menegaskan peran sentral NU tersebut. Sehingga beliau mengusulkan beberapa pos strategis kerakyatan ditempati oleh representasi NU,” jelas Hasto.

Dia menyebut, bahwa kerja sama antara PDI Perjuangan dan NU bisa ditarik lebih jauh ke belakang. Misalnya, saat Gus Dur dan Megawati menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, sosok Presiden pertama RI Soekarno yang merupakan ayah Megawati juga sangat dekat dengan para kyai dan pendiri NU, seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Hasbullah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...
KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...