Kamis
22 Oktober 2026 | 5 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Bahas Pencapresan Jokowi Saat Rakernas

pdip-jatim-jokowi-terima-tumpeng-mega

JAKARTA – PDI Perjuangan bakal menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 10 hingga 12 Januari 2018.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menuturkan, pencalonan Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 akan turut dibahas pada kesempatan tersebut.

“Kami mau adakan rakernas 10-12 Januari. Di situ kami akan bahas. Yang jelas proses demokrasi di PDI Perjuangan, memberikan mandat dari kongres kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam momentum yang tepat mengumumkan siapa capres dan cawapres,” kata Hasto, usai menghadiri rilis survei Poltracking di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, kemarin.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan selama ini memiliki tradisi untuk mendukung kembali petahana yang berprestasi dan mendapatkan apresiasi dari rakyat untuk menjabat dua periode.

Dalam hal ini, jelas Hasto, PDIP ingin memperkuat Jokowi di mata masyarakat dengan menunjukkan kinerja yang lebih baik untuk masyarakat dan memastikan dukungan pada Jokowi kuat di parlemen.

“Karena konfigurasi politik nanti akan semakin menuju di dalam sistem politik yang ideal, bagaimana sistem presidensial itu tidak hanya kuat dukungan rakyat, tapi juga dukungan di parlemen, sehingga efektivitas pemerintahan bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sesuai survei nasional Poltracking Indonesia pada 8-15 November 2017, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencapai 67,9 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR menyampaikan, angka kepuasan tersebut terbilang tinggi karena melebihi 60 persen.

Survei Poltracking Indonesia juga menyebutkan, sebanyak 57,9 persen publik menyatakan akan kembali mendukung Jokowi pada Pemilu Presiden 2019.

“Sebanyak 57,9 persen publik menyatakan akan kembali nendukung Jokowi sebagai capres pada periode mendatang,” ujar Hanta dalam paparannya.

Hasil tersebut sejalan dengan sifat yang paling diharapkan publik terhadap kandidat calon presiden.

Sebanyak 30,1 persen publik menginginkan kriteria calon presiden yang merakyat. Sementara 15,6 persennya menginginkan figur yang jujur dan berintegritas.

Tiga sifat lainnya yang juga diinginkan publik untuk memimpin Indonesia ke depan adalah bijaksana atau berwibawa (12,2 persen), tegas (9,7 persen), serta berpengalaman (7,7 persen). (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...