Senin
10 Agustus 2026 | 12 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Minta PDAM Lakukan Revolusi dan Inovasi Layanan

pdip-jatim-baktiono-fpdip-sby

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi B DPRD Surabaya Baktiono minta PDAM setempat melakukan revolusi dan inovasi dalam memberi layanan kepada masyarakat.

Baktiono berharap, jangan sampai air bersih tidak mengalir ke rumah-rumah warga hingga berbulan-bulan atau tahunan.

Permintaan ini dia sampaikan menanggapi tak mengalirnya air PDAM seperti di kampung Jatisrono Barat, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir sekitar tiga bulan terakhir.

Menurut Baktiono, PDAM harus bekerja keras siang dan malam jika ada air belum atau tidak mengalir ke rumah warga Kota Pahlawan.

“Kalau satu atau dua hari masih dimaklumi, tapi kalau sudah bulanan dan tahun itu ini sudah tak wajar. Makanya saya selalu minta PDAM, termasuk ke dirut yang baru untuk memberikan layanan terbaik,” kata Baktiono, kemarin.

PDAM, tambah Baktiono, harus mampu mengambil skala prioritas. Wilayah yang debit airnya kecil harus bisa terlayani, karena air merupakan kebutuhan dasar warga.

Pelanggan yang sudah membayar, wajib mendapat pelayanan terbaik. “Ini keluhan sudah bertahun-tahun soal air bersih PDAM. Jangan sampai keluhan yang sama selalu berulang-ulang,” harapnya.

Pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini juga mengingatkan, Dirut PDAM yang baru harus turun lapangan dan menyelesaikan persoalan air bersih ke warga.

PDAM harus bertanggung jawab penuh jika ada gangguan atau air tak mengalir. Misalnya dengan mengirim air bersih melalui tangki kepada warga-warga.

“Di daerah Tenggumung Karya, sudah tiga tahun air PDAM belum bisa mengalir juga ke sana,” ungkap Baktiono.

Seperti diberitakan, sejak tiga bulan terakhir, air PDAM sama sekali tidak mengalir ke rumah-rumah warga kampung Jatisrono Barat.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga di 10 RT yang dihuni sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) itu terpaksa mengandalkan air bersih yang dibeli dari kampung tetangga, yakni Wonosari seharga Rp 2.000 per jeriken.

Awal gangguan air bersih bermula ketika siang hari air tidak mengalir dan baru pada malam hari air keluar dari keran jaringan PDAM. Gangguan tersebut ternyata makin memberatkan warga yang mengandalkan air bersih dari PDAM. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...