Selasa
03 November 2026 | 11 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Batu Sinergikan Pariwisata dengan Pengentasan Pengangguran

pdip-jatim-punjul-wawali-batu

BATU – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Punjul Santoso menegaskan pada tahun pertama pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso, akan memprioritaskan pengentasan pengangguran dengan mensinergikan sektor pariwisata daerah.

”Kami minta dinas terkait, mulai BPM-PTSP, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, dan Dinas Pariwisata, untuk menyinergikan program meningkatkan skill (kemampuan) pemuda dan pemudi Kota Batu demi pengentasan pengangguran,” kata Punjul, kemarin.

Data per-April 2017, jumlah pengangguran di Kota Batu tercatat 4.526 orang. Merespon hal itu Pemkot Batu memprioritaskan APBD tahun anggaran 2018 yang saat ini tengah dibahas, dioptimalkan untuk pengentasan pengangguran.

“Pemuda -pemudi Kota Batu, saatnya diajak bersama membangun daerah. Perlu pembinaan, pemberdayaan dan pelatihan khusus untuk pemuda pemudi karena banyak perusahaan pariwisata swasta maupun sektor perhotelan menolak putra daerah karena memang tidak memenuhi standar kebutuhan,” papar politisi PDI Perjuangan ini.

Perlu diketahui, R-APBD tahun anggaran 2018 dalam pengesahan KUA – PPAS tahun 2018 mencanangkan Rp 935 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp 865 miliar. Dalam pembahasan tersebut juga disepakati target pengurangan angka pengangguran antara 3,5 – 3,8 persen.

”Dalam mendukung upaya pengentasan pengangguran, pemkot Batu tahun depan mengalokasikan untuk peningkatan kualitas SDM. Misal harus mahir bahasa asing. Maka harus belajar bahasa baik itu bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Perlu juga belajar tentang manajemen administrasi pariwisata dan administrasi perhotelan,” urai Punjul.

Masih kata Punjul, berimplementasikan pengentasan pengangguran dicontohkannya lagi akan ada bantuan peralatan meningkatkan kualitas UMKM di desa/kelurahan. Kemudian pembinaan dan peningkatan packaging (kemasan), berlisensi BPOM, dan sebagainya sesuai standar nasional dan internasional.

”Kalau perlu sekalian akan kami bantu pemasarannya. Misalnya produk UMKM harus masuk ke minimarket besar di Kota Batu. Akan kami buatkan regulasinya,” ujarnya. (ven)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...