Kamis
22 Oktober 2026 | 12 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Isu Sosial Imajiner Jadi Musuh Terbesar Jokowi

pdip-jatim-jokowi-batik-lengan-panjang

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, ke depan pemerintahan Presiden Joko Widodo akan mempunyai lawan besar. Lawan terbesar itu yakni “isu-isu sosial” yang imajiner.

Isu itu sengaja dimunculkan untuk memukul balik keberhasilan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla selama ini. Isu sosial imajiner itu dimunculkan sehingga bisa dijadikan kickback karena tidak banyak alasan untuk mengritik pemerintah.

“Jadi dibuat isu-isu di luar kebenaran, tapi bisa membangun persepsi dan opini tentang Jokowi,” kata Andreas dalam diskusi “Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” di gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Menurut Andreas, isu-isu sosial imajiner itu akan membangun apa yang disebutnya populisme di Indonesia. Memang, kata Andreas, gejala populisme politik ini secara global sudah menguat.

Tapi, gejala itu kini mulai masuk ke Indonesia. “Tidak ada lagi jalan mencari kesalahan presiden, kemudian dikembangkanlah isu seperti ini,” kata anggota Komisi I DPR itu.

Dia mengatakan, isu sosial imajiner ini juga akan membangun suasana ketidaksukaan rakyat terhadap elite. Lebih tepatnya, kata Andreas, membangun antitesa pembangunan yang tengah berjalan di era Jokowi.

“Ini tantangan, meskipun ini bukan hal riil tapi kembali lagi politik itu adalah persepsi. Pemerintah Jokowi harus hati-hati terhadap isu yang dibangun dan tidak faktual,” ujarnya.

Dia mencontohkan, salah satu isunya adalah kehadiran Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dikait-kaitkan dengan Presiden Jokowi. Menurutnya, isu ini tidak faktual, tapi dibangun menjadi opini yang dihadapkan langsung dengan presiden.

“Saya kira semacam ini ke depan akan dihadapi Jokowi. Meskipun ini tidak faktual dan imajiner, tapi ini yang berkembang di masyarakat,” kata Andreas.

Sementara itu, menjelang Pilpres 2019, Jokowi masih mendapatkan tempat di hati para pendukung PDI Perjuangan dan NasDem yang tetap menjadi loyalisnya hingga kini.

Hasil survei dari Median yang dirilis pada Selasa (17/10/2017) tersebut diambil dari sampel 1.000 responden di seluruh provinsi di Indonesia.

Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada..

Berdasarkan hasil survei ‘Menakar Loyalitas dan Persepsi Grassroot Partai terhadap Jokowi’ pada 14-22 September, loyalis yang berasal dari grassroots PDIP mencapai 75% dan NasDem 66,3%.

PKB dan Hanura mengikuti sebagai partai dengan grassroots terbanyak yang menjadi loyalis Jokowi. Sementara itu, PKS dan Gerindra diketahui sebagai basis grassroots yang oposisi terhadap Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Gerakan Pangan Murah di Blitar, Rijanto Ajak Warga Hemat Pengeluaran Keluarga

Bupati Blitar Rijanto mengajak warga memanfaatkan Gerakan Pangan Murah di Gandusari untuk memenuhi kebutuhan ...
LEGISLATIF

70 Ribu Balita Terserang ISPA, Puan Desak Pemerintah Segera Atasi Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ...
KRONIK

Sony Serahkan Bantuan Alsintan pada 23 Kelompok Tani, Tegaskan Gratis

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan 26 unit alat dan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...