Senin
02 November 2026 | 1 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Apa Enggak Boleh Presiden Bikin Perppu?”

pdip-jatim-mega-dialog-kebangsaan-lipi

JAKARTA – Presiden kelima Megawati Soekarnoputri menegaskan, peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) merupakan instrumen peraturan perundang-undangan yang konstitusional untuk diterbitkan oleh presiden.

Karena itu, Megawati mempertanyakan maksud pihak-pihak yang menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) diktator karena telah menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Apa enggak boleh presiden bikin perppu? Kenapa enggak boleh? Lalu kalau negara dalam keadaan bahaya kita disuruh diam saja Pak? Betul lho. Saya sering tanya gitu,” kata Megawati, di acara dialog kebangsaan di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Dalam kondisi genting dan mengancam kesatuan bangsa, terang Megawati, presiden berhak mengeluarkan perppu tersebut. Dia juga mengatakan para pendiri bangsa akan melakukan hal yang sama dengan Presiden Jokowi jika melihat kondisi sekarang.

Di acara dialog kebangsaan itu, Megawati juga menyinggung soal kisruh UU Pemilu yang baru saja disahkan oleh DPR.

Apalagi tak sedikit pihak yang meributkan poin penerapan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold pada Pemilu 2019.

“Tadi siapa yang singgung presidential threshold. Aneh kalau buat saya. Ini sedikit bicara politik. Kenapa sih kita tidak berpikir logic,” ujar Megawati.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini melanjutkan, UU Pemilu tersebut telah digodok, dibahas, dan diputuskan oleh DPR sebagai perwakilan rakyat yang memiliki fungsi legislasi. Namun kesepakatan itu justru dipertentangkan.

“Ini kan yang saya bilang, banyak sekali dari bangsa ini, mohon dengan segala hormat dan maaf saya, ini apakah akibat dari penjajahan 350 tahun? Sehingga mental kita ini yang tadinya jadi rakyat terjajah, itu tidak bisa menerima yang namanya musyawarah untuk mufakat,” ucapnya.

Karena itu, dia mempertanyakan bagaimana caranya meneguhkan kebangsaan Indonesia yang beragam jika perbedaan pendapat selalu diributkan. Padahal perbedaan seharusnya dapat dicarikan titik temu melalui musyawarah mufakat.

“Bagaimana mau meneguhkan, kalau mengelolanya dengan cara musyawarah mufakat saja tidak bisa,” ujar Megawati. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...