Jumat
23 Oktober 2026 | 2 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hutan Jati Harus Bermanfaat Besar bagi Masyarakat Sekitarnya

pdip-jatim-jokowi-tanam-jati

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, hutan jati harus bisa memakmurkan masyarakat di sekitarnya. Tidak seperti selama ini, di mana banyak kemiskinan di lingkungan hutan-hutan jati.

“Coba lihat, saya blak-blakan. Hutan jati kita, Perhutani kita, memberi manfaat pada lingkungan? Saya harus ngomong apa adanya. Di lingkungan hutan-hutan Jati justru yang banyak kemiskinan?” kata Jokowi.

Hal itu diungkapkan Jokowi, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017, di Manggala Wana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Di negara lain, seperti Swedia dan Finlandia, lanjut Jokowi, hutannya bisa memakmurkan rakyatnya. Dia minta hal itu bisa juga terjadi di Indonesia.

Karena itu, dia menekankan yang harus dikoreksi besar-besaran hutan jati. “Berikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat lingkungan itu,” ujarnya.

Indonesia, lanjut Jokowi, butuh meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Dia juga menekankan, soal ketahanan pangan yang bisa dikembangkan melalui agroforestry, dan silvopasture.

Jokowi minta agar hal-hal seperti iru mulai hari ini betul-betul dikerjakan serius. Dia juga mengingatkan, bahwa ke depan Indonesia butuh ketahanan energi terbarukan, sehingga diharapkan nantinya ada hutan tanaman energi yang menghasilkan, yang memberikan manfaat ekonomi kepada rakyat.

Pada kesempatan itu, Joko Widodo juga menyoroti kondisi taman nasional di Indonesia. Menurut dia, seharusnya taman nasional dilindungi, bukan ditelantarkan atau dialihfungsikan secara ilegal.

“Kalau yang namanya taman nasional yang perlu dilindungi, ya lindungi secara baik,” tegasnya.

“Jangan hanya namanya taman nasional, tapi digerogoti sedikit-sedikit, digerogoti enggak tahunya sudah ratusan, bahkan ribuan hektare (beralih fungsi). Jangan kita terus-terusan seperti itu,” tambah dia.

Jokowi menegaskan, hutan Indonesia membutuhkan jiwa-jiwa rimbawan dengan etos kerja yang baik untuk menyelesaikan persoalan kongkret di lapangan.

“Sehingga mana yang dilindungi, mana yang diproteksi, mana yang dipakai untuk konsesi, mana yang dipakai untuk hutan sosial, itu betul-betul jelas,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...