Selasa
27 Oktober 2026 | 4 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Pertanyakan ke Dinkes Soal Temuan Ratusan KIS

pdip-jatim-agustin-titin

SURABAYA – Anggota DPRD Surabaya menaruh perhatian atas temuan 144 Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Sungai Gandusari, Kabupaten Blitar, beberapa hari lalu. Sebab, ratusan KIS itu diketahui mayoritas milik warga Kota Surabaya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi program KIS di Kota Pahlawan dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) setempat. Mengingat kartu kesehatan itu, sangat dibutuhkan bagi warga kurang mampu.

“Kita akan undang dinkes untuk berkoordinasi dan mempertanyakan penemuan ratusan Kartu Indonesia Sehat di Blitar. Apa ada unsur kesengajaan atau sudah tergantikan,” kata Titin, sapaan Agustin Poliana, kemarin.

Meski demikian, dia berpikiran positif terhadap ditemukannya KIS di sebuah sungai di Blitar itu. “Saya tak mau negative thinking atas temuan ratusan KIS tersebut,” ucap legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Menurutnya, ratusan KIS tersebut bisa saja jatuh. Kemudian ada yang menemukan dan menganggap tak penting, sehingga akhirnya dibuang ke sungai. “Tidak menutup kemungkinan juga kartu itu jatuh terbawa arus,” ujarnya.

Dia menambahkan, pendataan peserta jaminan kesehatan nasional berupa KIS bukan dilakukan Pemkot Surabaya, namun melalui data milik Badan Pusat Statistik (BPS).

Penyalurannya pun tak melibatkan struktur organisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan, namun lewat jasa pengiriman kantor pos dan jasa pengiriman lainnya, dari kementerian sosial (kemensos) langsung ke warga.

Sementara itu, Pemkot Surabaya sendiri akan mengevaluasi data peserta KIS guna menindaklanjuti temuan 144 kartu KIS tersebut.

“Kami akan memastikan apakah kartu tersebut memang milik warga kita yang selama ini sudah terdaftar atau belum,” kata Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Menurut Whisnu, beberapa warga yang terdaftar, namun belum menerima KIS, pada akhirnya mendapatkannya setelah diusulkan oleh Pemkot Surabaya ke pemerintah pusat.

“Makanya kami akan lihat datanya, apa warga yang belum menerima sudah mendapatkan penggantinya, atau memang data terbuang tersebut karena masalah pengiriman,” ujar Whisnu.

Dia memastikan, sejauh ini soal KIS sudah tersosialisasi hingga tingkat kelurahan. Untuk itu, lanjut Whisnu, dengan adanya kabar KIS warga Surabaya terbuang di sungai di Blitar, pihaknya segera mengecek faktanya di lapangan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...