Jumat
23 Oktober 2026 | 2 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pramono Anung Berharap Kediri Segera Punya Bandara

pdip-jatim-mas-pram-haryanti

KEDIRI – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berharap Kediri segera punya bandara baru. Rencana pembangunan bandara ini sekarang masih dalam proses.

“Tempatnya dimana saya enggak sebutkan. Nanti banyak yang berbondong-bondong jadi makelar tanah,” kata Pramono.

Hal ini dia sampaikan saat bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Jembatan Ngadiluwih, di Kabupaten Kediri, Senin (15/5/2017).

Selama ini, jelas Pramono, bagi warga Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kertosono, dan Jombang, kalau ke Jakarta, atau mau kemana-mana itu jauh sekali. Apalagi untuk menempuh perjalanan ke Surabaya sekitar 4 jam.

Oleh karena itu, mantan Sekjen PDI Perjuangan ini berharap dengan dukungan Menteri PUPR, Kediri segera punya bandara baru.

Soal pembangunan Jembatan Ngadiluwih di Sungai Brantas, dia berharap bisa memberi manfaat lebih kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan tempat ini bisa berkembang dengan baik dan juga bermanfaat bagi masyarakat. Karena di barat sungai juga ada aktivitas ekonomi. Kami yakin akan bisa menjadi lebih baik,” ucapnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Kediri, Kapolresta Kediri, Dirjen Bina Marga KemenPUPR, Kepala BBPJN VIII Surabaya (Jawa Timur – Bali), Ir I Ketut Darmawahana, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Jembatan Ngadiluwih yang melintas Sungai Brantas dibangun dengan anggaran Rp 32.772.820.000, yang bersumber dari APBN.

Jembatan Ngadiluwih diyakini akan memberi manfaat untuk peningkatan transportasi jaringan jalan dari Kota Kediri, Kecamatan Ngaduluwih dan perbatasan Kediri/Tulungagung menuju ke rencana jalan strategis nasional Selingkar Wilis.

Dalam kunjungannya di Kediri, Pramono Anung dan Basuki Hadimoeljono melihat proyek pembangunan jembatan Brawijaya yang mangkrak di Kota Kediri.

Menurut Mas Pram, sapaan seskab, Jembatan Brawijaya itu sudah hampir empat tahun mangkrak. Menteri PUPR, sebutnya, telah minta dihitung ulang untuk bisa diselesaikan.

“Kalau ini nanti sudah selesai maka persoalan hukumnya kita akan pisahkan, karena ini memang ada persoalan hukum yang terjadi pada waktu itu, sehingga pembangunannya dihentikan,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...