Jumat
23 Oktober 2026 | 6 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Paksa Pengusaha Besar Bermitra dengan UMKM

pdip-jatim-jokowi-kongres-ekonomi-umat

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‘memaksa’ pengusaha-pengusaha besar agar mau bermitra dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dalam sebuah kemitraan yang saling menguntungkan.

Meski sama-sama untung, porsi keuntungan bagi UMKM harus lebih besar. “Ini yang akan saya paksa, bukan saya ajak lagi. Karena ini nantinya menyangkut kemitraan yang betul-betul besar dan rakyatlah nantinya yang diuntungkan,” tegas Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi, di depan peserta Kongres Ekonomi Umat Tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Untuk itu, Jokowi minta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Makruf Amin agar hal ini dibahas dan juga dirumuskan Kongres Ekonomi Umat, agar pemerintah mendapatkan masukan yang sudah rinci, sehingga pemerintah tinggal memanggil, memutuskan, dan melaksanakannya.

“Siapa siapa sambung dengan siapa,  produk apa sambung dengan perusahaan apa. Inilah yang ingin kita kerjakan,” katanya.

Selain soal kemitraan, Jokowi juga menyampaikan program redistribusi aset dan reforma agraria.

Menurutnya, sekarang ada 126 juta hektar bidang tanah, tapi yang sudah disertifikatkan baru 46 juta hektar. Artinya, masih 60% lebih bidang-bidang tanah yang ada belum disertifikatkan.

Kalau di daerah, jelas dia, lahan tidak disertifikatkan karena memang rakyat tidak memiliki biaya untuk menyertifikatkan. Atau karena memang tanah-tanah itu berada pada posisi-posisi yang tidak seharusnya untuk pemukiman maupun untuk lahan garapan.

Saat ini, tambah Jokowi, pemerintah telah mengumpulkan 21,7 hektar lahan, terdiri atas 12,7 juta hektar lahan hutan, ada 9 juta lahan yang nantinya akan bisa dibagikan.

Tapi dia mengingatkan, redistribusi aset reforma agraria ini bukan bagi-bagi lahan. “Saya tidak mau kita hanya membagi-bagi, kemudian tanah itu dijual lagi oleh rakyat kepada yang gede-gede yang tidak ada artinya,” tegasnya.

Mengenai skema pembagiannya, Jokowi minta dibicarakan secara rinci agar tanah yang bisa dibagi itu dibiarkan telantar, menjadi tidak produktif, atau malah perjualbelikan. “Ini yang tidak boleh terjadi,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...
UMKM

Mendorong Kemandirian UMKM Kebun Sagu hingga Pantai Sumilir Tuban

TUBAN – Penguatan ekonomi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Tuban terus dilakukan ...
KRONIK

Mahasiswa Kritisi Anggaran, Sinung Dorong Pembenahan PAD dari Sektor Kopi

BONDOWOSO – Sejumlah mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Bondowoso mengkritik efisiensi anggaran pemerintah ...
KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...