Minggu
23 Agustus 2026 | 5 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Merupakan Perjuangan Kemanusiaan

pdip-jatim-megawati-seminar-kuala-lumpur

KUALA LUMPUR – Presiden ke-5 RI Hj Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya penghapusan kekerasan terhadap anak-anak sebagai perjuangan terhadap kemanusiaan.

Dia menilai, anak-anak adalah masa depan dan kesinambungan kehidupan, serta pemegang dunia di masa mendatang.

“Demikian pentingnya tugas menyiapkan masa depan generasi muda. Tugas ini bukanlah menjadi tanggung jawab orang tua semata,” kata Megawati.

Hal ini dia sampaikan saat menjadi pembicara kunci seminar tentang ‘Kerjasama Wilayah ASEAN dengan tema: Hentikan Kekerasan Seksual Terhadap Anak-Anak’, di Kuala Lumpur, Selasa (14/3/2017).

Putir proklamator kemerdekaan RI Soekarno ini menambahkan dalam upaya menghapus kekerasan seksual terhadap anak-anak dan perempuan, secara politik negara harus hadir dengan kebijakan nyata yang merajut masa depan yang baik dan bermartabat.

Pendidikan keluarga, kata Megawati, memiliki bobot yang sangat penting guna melahirkan anak-anak yang berkarakter.

Menurutnya, hal itu penting dalam mengikis kekhawatiran adanya kecenderungan pendidikan anak usia dini, yang disusupi berbagai agenda tertentu yang bertentangan dengan nilai-nilai keberagaman, keadilan dan kemanusiaan.

“Pendidikan keluarga adalah peletak dasar pendidikan budi pekerti,” ujar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tersebut.

Dia juga menyebutkan, Indonesia sebagai negara yang merdeka telah memberikan kehidupan yang equal kepada rakyatnya.

Dalam konstitusi, UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, jelas dikatakan pada pasal 28D “setiap orang, berhak atas pengakuan, jaminan perlindungan, dan kepastian hukum yang adil, serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”.

Frasa “setiap orang” memberi makna siapapun, termasuk juga perempuan dan anak-anak.

Amanat konsitusi itu dinilai Megawati senafas dengan Konvensi Hak Anak PBB, yang merupakan instrumen internasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak, dan Indonesia meratifikasi pada 1990.

“Perintah konsitusi inilah yang saya jadikan dasar, ketika dipercaya menjadi wakil presiden dan kemudian presiden kelima Republik Indonesia,” ucapnya.

“Untuk itulah, mengapa saya berjuang melahirkan kebijakan politik guna memastikan hadirnya perlindungan dan kepastian hukum bagi perempuan dan anak, termasuk menghadapi persoalan kekerasan,” imbuh Mega.

Seminar di Putra World Trade Centre itu terselenggara atas prakarsa istri PM Malaysia Najib Razak, Datin Paduka Seri Rosmah Mansor. Megawati hadir didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

BKN Trenggalek Dikukuhkan, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak Pelestarian Jaranan

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengukuhkan kepengurusan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Pompa Semangat Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Gondang

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Gondang masa bakti 2026-2031 secara resmi terbentuk ...
EKSEKUTIF

Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains, Gandeng Universitas Brawijaya

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan ...
LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...