Rabu
04 November 2026 | 5 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

71 Desain Batik Asli Banyuwangi Tampil di Indonesia Fashion Week 2017

pdip-jatim-sekar-jagat-banyuwangi

BANYUWANGI – Banyuwangi menampilkan desain busana batik karya perajin lokal, di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2017. Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center, mulai Sabtu (4/2/2017) kemarin.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, sebanyak 71 desain busana batik karya perajin lokal Banyuwangi bakal tampil menjadi bagian di ajang mode tersohor tersebut.

“Ini merupakan kali kedua batik khas daerah ujung timur Pulau Jawa ini tampil di IFW,” kata Anas, kemarin.

IFW, sebut Anas, bakal dioptimalkan untuk mengerek nama batik asal Banyuwangi. Menurutnya, bisa dikatakan IFW adalah panggung busana paling bergengsi di Indonesia.

“Jadi kesempatan ini akan kami manfaatkan untuk mengglobalkan kekayaan batik asal Banyuwangi. Sehingga publik luas makin kenal dan pada akhirnya mengoleksi batik karya perajin Banyuwangi,” jelas bupati dari PDI Perjuangan itu.

Melalui IFW, kata Anas, gerbang yang menghubungkan antara industri fashion nasional dengan perajin lokal Banyuwangi akan semakin terbuka lebar.

Pada even IFW tahun ini, Pemkab Banyuwangi menggandeng desainer asli Banyuwangi yang sukses mengembangkan bisnis fashion hingga ekspor ke berbagai negara, yakni Irma Lumiga.

Irma, sebut Anas, punya passion tinggi untuk memajukan industri kreatif berbasis batik di tanah kelahirannya. Dalam penampilan IFW ini, yang dilibatkan adalah 100 persen perajin atau UMKM lokal.

“Ada proses dialog, ada transformasi dari desainer nasional ke perajin lokal. Ke depan ini akan semakin memajukan desainer-desainer muda di Banyuwangi, sehingga karyanya kian bisa diterima di level nasional,” urainya.

Pelibatan desainer yang sudah mapan seperti Irma Lumiga, sebut Anas, adalah bagian dari upaya mengonsolidasikan seluruh potensi Banyuwangi yang terserak di berbagai daerah dan bidang/profesi.

Apalagi, tambah dia, dalam beberapa tahun terakhir, kian banyak warga Banyuwangi di berbagai kota di dalam dan luar negeri ikut turun tangan membantu pengembangan daerah, termasuk terlibat di ajang promosi wisata di Banyuwangi Festival yang digelar sejak 2012.

“Ibaratnya, kami bersama-sama mengumpulkan tulang-tulang berserakan, dipadukan semuanya menjadi satu tubuh yang kuat untuk membawa Banyuwangi ke depan semakin baik lagi. Pariwisata, termasuk di dalamnya ada fashion, menjadi alat yang efektif untuk konsolidasi tersebut,” ujar Anas. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...