Sabtu
24 Oktober 2026 | 5 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Rakyat Lelah Lihat Akrobat Politik”

pdip-jatim-arteria-dahlan

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menyoroti kicauan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akun twitternya. Arteria menyebut, cuitan itu menimbulkan banyak persepsi di tengah upaya pemerintah mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, kicauan seperti itu ibarat membangun bangunan pasir di tepi pantai. “Jadi semakin membingungkan, apa maksud dan tujuannya serta ditujukan kepada siapa. Lebih baik semua pihak menahan diri,” ujar Arteria kepada wartawan, Minggu (22/1/2017).

Seperti dikabarkan, SBY pada Jumat (22/1/2017 ) mengeluhkan saat ini di media sosial penuh berita-berita bohong atau hoax, sehingga membuat kegaduhan politik dan sosial.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*” tulis SBY dalam akun Twitter resmi miliknya @SBYudhoyono.

Arteria menambahkan, SBY sebagai tokoh bangsa, ketua umum parpol, presiden RI ke VI, memiliki massa, sebaiknya menyerukan semangat persatuan. Pastinya seruan itu akan dipatuhi massa dan pendukung sehingga negara akan terbantu.

Sebaliknya, jika membuat cuitan seperti itu, lanjut Artetia, paling tidak massa pendukungnya menanyakan arah dan tujuannya ke siapa. Belum lagi bicara rakyat secara keseluruhan yang persepsinya macam-macam.

“Rakyat sudah lelah, lelah melihat akrobat politik saat ini yang cenderung tidak terkontrol dan tidak tahu akhirnya akan kemana. Kasihan mereka,” ucap dia.

Legislator DPR RI asal Jawa Timur itu mengatakan, negara terlalu sibuk mengurusi kekuasaan. Sementara negara tetangga sibuk membangun baik dari segi manusianya begitu pula infrastruktur kenegaraannya dengan penuh peradaban.

“Kita sibuk sendiri dengan urusan kekuasaan, bukan hanya jalan di tempat malah mundur ke belakang dari sisi peradaban,” tuturnya.

Untuk itu, Arteria menegaskan bahwa reaksi SBY dalam twitternya itu kurang tepat. Kecuali, dia melontarkan kata-kata yang merekat persatuan dalam kebhinekaan.

Oleh karena itu, dia minta semua tokoh bangsa lebih baik bersatu membangun bangsa dan meninggalkan seluruh perbedaan. Termasuk menghilangkan segala kepentingan.

Sebab, dia melihat kondisi saat ini bukan hanya efek dari kompetisi lokal untuk merebut kekuasaan secara konstitusional, tapi ada ancaman besar terkait disintegrasi bangsa.

“Saya mengimbau kepada semua pihak terlebih tokoh bangsa siapapun orangnya untuk merapatkan barisan, bahu membahu menjaga keutuhan NKRI,” serunya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...