Minggu
09 Agustus 2026 | 2 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Abidin Ajak Kader PDIP Tuban Pahami Kembali Pemikiran Bung Karno

pdip-jatim-abidin-fikri

TUBAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Abidin Fikri mengatakan, pemikiran Bung Karno tentang Ketuhanan Yang Berkebudayaan dalam pidato Pancasila 1 Juni 1945 sangat penting untuk dipahami kembali.

Pasalnya, maraknya gerakan radikalisme agama dan pengaruh pergolakan di Timur Tengah merupakan ancaman serius bagi semangat nasionalisme dan keberagaman Indonesia.

Menurutnya, Bung Karno dalam pidato tersebut menghendaki wajah Indonesia yang saling menghormati antar agama.

“Prinsip ketuhanan Bung Karno dalam Pancasila 1 Juni 1945 ialah Ketuhanan yang Berkebudayaan yakni tidak adanya egoisme-agama, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur dan menjalankan agama dengan cara yang berkeadaban yaitu sikap hormat-menghormati satu sama lain,” katanya.

Hal itu dia sampaikan di acara pelantikan dan pembekalan Pengurus Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Senori, Tuban, Sabtu (24/12/2016).

Secara ideologis, lanjutnya, PDI Perjuangan telah menegaskan untuk kembali ke jalan ideologi dan menjadi alat perjuangan kaum marhaen sebagaimana keputusan kongres partai.

Sedang secara historis, sikap keberpihakan pada kaum marhaen dapat ditelusuri sejak Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927.

Menurutnya, PDI Perjuangan adalah kelanjutan dari partai yang didirikan Bung Karno, yakni Partai Nasional Indonesia (PNI) yang kemudian terjadi fusi partai di era Orde Baru menjadi PDI dan saat terjadi pergolakan tahun 1998 menjadi  PDI Perjuangan.

“Sebagai partai yang membawa spirit ajaran Bung Karno, sudah seharusnya kader PDI Perjuangan di Tuban untuk mempelajari secara serius pemikiran dan tindakan Bung Karno dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.

Di hadapan ratusan kader PDI Perjuangan yang hadir, anggota Komisi IX DPR RI ini menegaskan, arti penting partai politik sebagai alat perjuangan untuk membela kaum marhaen. Seperti kelompok marjinal, kaum buruh, petani dan nelayan.

Partai politik, sebutnya, harus hadir untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak kaum marhaen yang kerap tersampingkan. Oleh karenanya, selain pemantapan pemahaman terhadap ideologi dan nilan-nilai perjuangan partai, soliditas antar pengurus partai menjadi syarat multak.

“Karena itu, struktural partai harus solid untuk memperjuangkan aspirasi rakyat pada institusi politik baik di daerah maupun di pusat,” ucapnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...
LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...
SEMENTARA ITU...

Lewat Dramasoka Pendekar Caping Gunung, Rijanto Ajak Warga Guyub Bangun Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama ...
LEGISLATIF

Anggota Dewan Ratih Damayanti Bantu Warga Tak Mampu yang Koma 3 Hari dan Terkendala BPJS

LUMAJANG – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lumajang yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kabupaten ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban terus mematangkan rencana perlindungan sosial bagi kader. Sebagai langkah ...
OLAHRAGA

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas ...