Jumat
07 Agustus 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Tutup Tahun, Masih Banyak Paket Pekerjaan Belum Dilelang

pdip-jatim-syaifuddin

pdip-jatim-syaifuddinSURABAYA – DPRD Surabaya menyoroti masih adanya 1.000 paket pekerjaan yang belum ditenderkan. Dewan khawatir, jika Pemkot Surabaya tidak segera melakukan lelang, program yang telanjur diputuskan bakal tidak terealisasi, karena saat ini sudah jelang tutup tahun.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menyebutkan, idealnya lelang pekerjaan dilakukan paling lambat padan Agustus. Sebab, itu adalah waktu yang paling mepet untuk melakukan seluruh proses, mulai lelang, penunjukan, kontrak, sampai pengerjaan.

Lebih dari itu, pengerjaan proyek -apalagi pembangunan fisik- tidak akan maksimal. “Kalau sudah lebih dari bulan 8, pasti waktunya mepet dan pengerjaannya kejar-kejaran,” kata Syaifuddin, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Ipuk ini mengatakan, selepas pemenang ditentukan, ada masa sanggah selama 40 hari. Kalau lelang dilakukan pada Agustus, selepas masa sanggah sudah memasuki bulan 9.

“Kalau itu pembangunan fisik, pasti dari segi pengerjaan juga asal-asalan,” tuturnya.

Seharusnya, tambah dia, pemkot -khususnya unit layanan pengadaan (ULP)- membuat daftar program pada awal tahun secara realistis. Artinya, mempertimbangkan waktu dan kemampuan yang dimiliki setiap SKPD.

“Seperti bina marga (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan), meski kerjanya bagus, kalau programnya terlalu banyak, ya kewalahan,” ujar Ipuk.

Pihaknya juga menemukan fakta bahwa banyak pekerjaan yang batal digarap. Hingga Agustus 2016 saja, ungkap Ipuk, setidaknya ada 60 paket pekerjaan yang batal dengan alasan bermacam-macam.

Ada yang gagal karena tidak ada peserta yang memasukkan penawaran, para peserta lelang tidak memenuhi kualifikasi, daftar konsultan kurang dari tiga orang, ataupun karena tidak ada yang memasukkan dokumen prakualifikasi.

Sementara itu, Kepala Bagian Bina Program Pemkot Surabaya Dedik Irianto kepada wartawan menerangkan, bahwa 1.000 lebih paket pekerjaan yang belum dilelang sudah jauh berkurang.

“Dari seribu itu, sebagian besar sudah jalan,” kata Dedik.

Dia mengaku tidak hafal jumlah persis pekerjaan yang belum dilelang hingga November ini. Namun, dia optimistis semua akan selesai pada waktunya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

PUDAM Bangkalan Sehat dan Berprestasi, Bupati Lukman Targetkan Peningkatan PAD

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan peran penting perusahaan daerah terhadap peningkatan ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto: Blitaria Expo Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kabupaten Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan Festival Manggih Raharjo Blitaria Expo bukan sekadar perayaan Hari Jadi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Dialog Terbuka untuk Selesaikan Sengketa Aset PT KAI di Pasar Turi

Komisi A DPRD Surabaya mendorong penyelesaian sengketa aset PT KAI di Pasar Turi melalui dialog terbuka, ...
KRONIK

Harga Telur di Magetan Merosot Gegara Overproduksi, Dibahas di Kantor Polisi

MAGETAN – Anjloknya harga telur ayam ras akibat kelebihan produksi (oversupply) di Kabupaten Magetan, memicu ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Percepat Regenerasi, Wajibkan Keterlibatan Gen Z di Struktur Ranting

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar mewajibkan keterlibatan Gen Z dalam kepengurusan ranting sebagai strategi regenerasi ...
KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...