TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi desa. Potensi 157 desa kreatif di Kabupaten Trenggalek dinilai menjadi modal yang perlu dikembangkan melalui keterlibatan perempuan dan generasi muda.
Menurut Novita, Trenggalek memiliki beragam potensi, mulai dari kekayaan alam hingga talenta kreatif masyarakat lintas generasi. Namun, berbagai potensi tersebut belum terintegrasi secara maksimal menjadi kekuatan ekonomi desa.
Hal itu disampaikan Novita saat bertemu para kader PKK di Anjungan Cerdas Bendungan Tugu, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Rabu (4/11/2026). “Setidaknya menjadi motor penggerak ekonomi di desa,” kata Novita.
Dia menilai keberadaan 157 desa kreatif harus dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa-desa tersebut memiliki keunggulan dan potensi masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif.

Novita juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata agar tidak hanya menjadi penonton. Warga, terutama perempuan dan generasi muda, perlu terlibat langsung dalam pengembangan potensi desa sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat setempat.
“Maka dari itu, dengan adanya desa kreatif menjadi modal untuk mengembangkan desa,” jelas legislator DPR RI dari Dapil VII Jawa Timur ini.
Selain mendorong pemberdayaan perempuan, Novita mengajak para orang tua lebih terbuka melihat potensi dan minat anak-anak. Salah satunya hobi bermain gim yang selama ini kerap dipandang negatif.
Menurut dia, aktivitas bermain gim tidak selalu berdampak buruk apabila diarahkan secara tepat. Bahkan, minat tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi melalui industri gim dan bidang kreatif lainnya.

“Trenggalek ini bukan tidak kekurangan generasi-generasi yang kreatif, tangguh dan hebat. Kita punya banyak sekali talenta itu,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, perkembangan ekonomi saat ini membuka peluang profesi yang semakin beragam. Sumber penghasilan keluarga tidak harus terbatas pada pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Profesi seperti konten kreator dan koki, menurut dia, juga dapat menjadi pilihan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga. Karena itu, masyarakat perlu mengembangkan kreativitas sekaligus berani menangkap peluang usaha baru.
Berbagai potensi tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat agar tidak berhenti sebagai keunggulan desa semata. Kader PKK dan generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari penggerak perubahan, sehingga pengembangan desa kreatif mampu membuka lapangan usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat Trenggalek. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













