SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Desakan ini menyusul peningkatan titik panas dari 438 menjadi 634 titik serta laporan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang menimbulkan korban jiwa.
Eddy menilai lonjakan titik panas tersebut harus direspons dengan penguatan deteksi dini, patroli di wilayah rawan, serta kesiapan personel dan peralatan pemadaman. Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap titik panas diverifikasi agar penanganan dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Berdasarkan data pemantauan BMKG Jawa Timur pada Jumat (16/10/2026), terdeteksi 634 titik panas atau meningkat sekitar 44,7 persen dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 438 titik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 518 titik masuk kategori kepercayaan sedang, 53 titik kategori tinggi, dan 63 titik kategori rendah.
Kabupaten Bondowoso mencatat titik panas terbanyak dengan 153 titik, disusul Probolinggo sebanyak 123 titik, Mojokerto 84 titik, Jember 62 titik, dan Lumajang 32 titik. Lima daerah tersebut menyumbang 454 titik atau sekitar 71,6 persen dari keseluruhan deteksi.
Menurut Eddy, tingginya konsentrasi titik panas di sejumlah daerah harus menjadi dasar penentuan prioritas penanganan. Namun, ia mengingatkan bahwa titik panas tidak serta-merta menandakan kebakaran aktif sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan.
Pemprov Jatim, lanjutnya, perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, BMKG, serta pengelola kawasan hutan. Hasil verifikasi lapangan selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan lokasi patroli, pengerahan personel, dan kebutuhan pemadaman.
“Selain deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan juga perlu dipastikan, termasuk alat pelindung diri, kendaraan operasional, sarana komunikasi, sumber air, serta dukungan logistik bagi petugas di wilayah rawan kebakaran,” ujar legislator dari daerah pemilihan Pasuruan-Probolinggo tersebut, Selasa (20/10/2026).
Eddy juga menyoroti kebakaran di kawasan TNBTS, Kabupaten Probolinggo, yang dilaporkan menewaskan empat orang dan menyebabkan dua orang mengalami luka bakar berat.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapan penanganan darurat, terutama di kawasan yang memiliki risiko kebakaran dan medan yang menantang. Menurut Eddy, pencegahan harus diperkuat agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum meluas.
Selain kesiapan operasional, ia meminta pengawasan anggaran penanggulangan karhutla dilakukan secara serius. Anggaran harus mendukung kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari patroli, pengadaan peralatan, pelatihan personel, hingga pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran.
Eddy juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering.
“Pemerintah daerah harus memperkuat edukasi kepada masyarakat dan pengawasan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering,” pintanya.
Menurutnya, upaya penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Koordinasi lintas instansi, kesiapan sarana, dan keterlibatan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan penyampaian informasi perkembangan penanganan secara terbuka.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, kawasan hutan dan perairan di provinsi ini mencapai sekitar 1,36 juta hektare. Luasan tersebut meliputi hutan produksi tetap seluas 797.023,31 hektare, hutan lindung 332.536,44 hektare, serta kawasan suaka alam dan pelestarian alam 231.874,18 hektare.
Dengan cakupan kawasan tersebut, penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran, melindungi petugas dan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan di Jawa Timur. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













