MALANG – Kekeringan mulai menyulitkan warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Sumur warga mengering dan debit sumber air menyusut di tengah kondisi kemarau yang membuat kebutuhan air bersih semakin mendesak.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Malang M. Sanusi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau permukiman warga, Sabtu (3/10/2026). Dalam kunjungan itu, bantuan air bersih dan paket sembako disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sanusi mengatakan Pemkab Malang siap memberikan respons terhadap warga yang mengalami kesulitan akibat kekeringan. Penanganan tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan, tetapi juga dengan memastikan wilayah terdampak terus mendapat perhatian.
“Pemerintah Kabupaten Malang siap siaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan air bersih dan sembako ini dapat meringankan beban warga serta memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Dusun Tempur, Desa Pagak,” ungkap Sanusi, dikutip Selasa (6/10/2026).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Kabupaten Malang bersama jajaran Forkopimda. Kondisi warga menjadi perhatian karena kekeringan berpengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari.
Sebagai respons awal, bantuan air bersih disalurkan menggunakan armada tangki ke wilayah terdampak. Paket sembako juga diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan harian warga.
Sanusi menegaskan penanganan kekeringan tidak berhenti pada bantuan darurat. Pemkab Malang melalui BPBD akan terus memetakan wilayah yang mengalami krisis air dan mengatur distribusi air bersih secara berkala sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut diperlukan mengingat persoalan kekeringan di sejumlah wilayah Malang Selatan berulang ketika musim kemarau. Karena itu, selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah berkelanjutan agar masyarakat memiliki akses air yang lebih aman.
Pemkab Malang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat penanganan wilayah rawan kekeringan, termasuk mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan ketersediaan air.
“Kami berjanji terus memberikan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan bagi seluruh wilayah yang mengalami krisis air,” pungkas politisi PDI Perjuangan itu. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













