BANGKALAN – Duka atas wafatnya Guruh Soekarnoputra terasa di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa untuk putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno tersebut, jajaran pengurus dan kader menggelar tahlil serta doa bersama selama tujuh hari hingga malam ketujuh wafatnya Guruh.
Tahlil malam ketiga digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Burneh, Senin (28/9/2026) malam.
Selepas salat Isya sekitar pukul 19.00 WIB, pengurus dan kader mulai berdatangan. Mereka terdiri dari badan pengurus harian PAC, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, hingga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan yang juga Bupati Bangkalan, Lukman Hakim.
“Wafatnya Guruh Soekarnoputra merupakan duka mendalam bagi kami, duka bangsa Indonesia. Karena itu kami menggelar doa dan tahlil bersama selama tujuh hari,” ungkap Lukman seusai tahlil malam ketiga.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB. Guruh merupakan putra bungsu Soekarno sekaligus adik Megawati Soekarnoputri.
Meski tidak mengenal Guruh secara langsung, Lukman menilai sosok almarhum meninggalkan banyak referensi bagi perjalanan kehidupan kebangsaan, baik melalui pemikiran politik maupun karya-karya seni yang dihasilkan sepanjang hidupnya.

Menurut Lukman, kiprah Guruh di dunia politik maupun kebudayaan menunjukkan sosok yang mampu memadukan pemikiran politik dengan pendekatan kebudayaan.
“Panjang sekali kisah almarhum di kancah legislatif sebagai anggota DPR RI. Tentu pemikiran politiknya sangat dipengaruhi ideologi Bung Karno, namun almarhum Guruh mampu mengimplementasikan melalui pendekatan santun yang berbasis kebudayaan,” tuturnya.
Lukman mengatakan, rangkaian tahlil dan doa bersama akan terus dilaksanakan hingga malam ketujuh. Kegiatan berikutnya digelar di lokasi yang sama selepas salat Isya sekitar pukul 19.00 WIB.
Ia juga menginstruksikan seluruh pengurus di tingkat ranting untuk turut mendoakan almarhum Guruh Soekarnoputra hingga rangkaian doa malam ketujuh selesai.
“Karena itu, semua pengurus di setiap ranting kami instruksikan untuk mendoakan almarhum hingga malam ketujuh,” pungkas Lukman.
Bagi jajaran PDI Perjuangan Bangkalan, rangkaian doa tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka atas kepergian Guruh Soekarnoputra yang dikenal tidak hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai seniman dan budayawan. (arul/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













