Sabtu
26 September 2026 | 7 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

pdip jatim 260926 bagus 1

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan soal PIP dan keteguhan Guruh menolak politik uang.

BLITAR – Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan kenangan mendalam bagi Didik Nurhadi. Kedekatan itu terjalin sejak pertengahan 2014, ketika Didik dipercaya menjadi Ketua Barisan Guruh Sukarnoputra (BAGUS) untuk mendampingi dan mengawal program aspirasi Guruh di daerah pemilihan Jawa Timur I yang meliputi Surabaya-Sidoarjo.

Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu mengaku banyak menyimpan kenangan selama mendampingi Guruh, termasuk pesan-pesan yang menurutnya menggambarkan prinsip dan kepedulian almarhum terhadap pendidikan serta kehidupan politik.

“Sejak pertengahan 2014, saya dipercaya Mas Guruh sebagai Ketua BAGUS untuk mendampingi dan mengawal program aspirasi beliau di Dapil Jatim I yang meliputi Surabaya-Sidoarjo, khususnya yang berkaitan dengan tugas beliau di Komisi X DPR RI,” ujar Didik, Sabtu (26/9/2026).

Baca juga: PDI Perjuangan Jatim Berduka, Guruh Soekarnoputra Tinggalkan Jejak Politik dan Seni

Salah satu program yang dikawal Didik adalah penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK di Jawa Timur.

Dalam menjalankan program tersebut, Didik mengingat pesan Guruh agar bantuan pendidikan diberikan secara utuh kepada penerima. Tidak boleh ada potongan terhadap beasiswa yang diterima siswa.

“Pesan beliau sangat jelas, beasiswa PIP bertujuan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia, maka jangan pernah menarik atau memotong beasiswa tersebut. Itu prinsip yang selalu beliau pegang,” tutur Didik.

Kenangan lain yang membekas bagi Didik terjadi menjelang Pemilu Legislatif 2019. Saat itu Guruh berpindah daerah pemilihan dari Jatim I ke Jatim VI yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Tulungagung.

Didik mengaku sempat melaporkan kondisi politik di lapangan yang menurutnya berbeda dengan dapil sebelumnya. Salah satu persoalan yang disampaikannya adalah praktik politik uang yang disebut cukup marak.

“Saya sampaikan kepada beliau, bahwa di Dapil Jatim VI situasinya berbeda dengan Dapil Jatim I, karena marak politik uang, ada istilah sangu untuk mencoblos yang sudah terbiasa sejak pilkades,” jelasnya.

Respons Guruh terhadap laporan tersebut justru menjadi salah satu kenangan yang paling kuat bagi Didik.

Menurut Didik, Guruh menjawab dengan tenang dan menegaskan tidak ingin menggunakan politik uang untuk meraih dukungan.

“Jawaban beliau sangat tenang, ‘Mas Didik, saya putra Bung Karno. Lebih baik saya tidak jadi DPR RI daripada saya money politic’. Jawaban itu membuat saya tersimak dan merinding. Beliau punya integritas yang sangat tinggi,” ungkap Didik.

Guruh memang pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan untuk Dapil Jawa Timur I dan kemudian Jawa Timur VI. Kiprahnya di parlemen antara lain berkaitan dengan bidang pendidikan dan kebudayaan.

Bagi Didik, sikap adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersebut menjadi gambaran tentang prinsip yang dipegang Guruh dalam menjalankan politik. Ia mengenang almarhum bukan hanya sebagai politisi dan seniman, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan teladan bagi orang-orang yang bekerja bersamanya.

“Beliau adalah orang baik, bapak dan guru politik yang baik bagi kami. Teguh memegang prinsip, sederhana dan bersahaja. Kami di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sangat kehilangan,” katanya.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kabar wafatnya disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati itu dikenal sebagai seniman, budayawan sekaligus politikus PDI Perjuangan. Hasto menyebut keluarga besar partai kehilangan sosok yang dikenang sebagai seniman besar, Marhaenis, dan pejuang partai.

Atas nama keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur dan BAGUS, Didik Nurhadi menyampaikan doa untuk almarhum.

“Semoga amal ibadah dan budi baik beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala kesalahan dan dosa, serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya,” pungkas Didik. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Libatkan Gen Z dalam Refleksi Perobekan Bendera 2026

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan Generasi Z (Gen Z), mulai pelajar SMP hingga SMA, dalam ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Renny: Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. ...