Senin
12 Oktober 2026 | 12 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Sabar, Tunggu Pemilu 2019 Bagi yang Ingin Berkuasa”

pdip-jatim-Eva-K-Sundari

pdip-jatim-Eva-K-SundariJAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebut adanya aktor politik dibalik kericuhan demonstrasi 4 November 2016. Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari percaya Presiden Jokowi dapat mengendalikan situasi.

“Termasuk back up data yang memadai yang dijadikan dasar statement beliau,” kata Eva Kusuma Sundari melalui pesan singkat, Sabtu (5/11/2016).

PDI Perjuangan, kata Eva, mengimbau semua elemen untuk mematuhi aturan agar situasi tertib kembali tercipta dan pembangunan bisa diwujudkan sesuai rencana.

Anggota Komisi XI DPR itu juga berharap semua mematuhi hukum. Termasuk bersabar menunggu pemilu 2019 bagi yang ingin berkuasa.

“Sabar, tunggu pemilu bagi yang ingin berkuasa. Tempuhlah cara yang konstitusional yaitu tunggu pemilu yang akan datang. Semua butuh kesabaran revolusioner termasuk untuk mengawal proses hukum Ahok yang sudah dan tengah berlangsung,” kata Eva Sundari.

Dia mengatakan, PDIP telah mengambil sejumlah langkah untuk meredakan situasi agar pilkada berlangsung damai. Contohnya, mengendalikan massa di lapangan agar tidak terpancing.

“Karena PDIP menginginkan pilkada milik bersama dan dilaksanakan secara gembira untuk kepentingan Jakarta dan bangsa,” kata Eva.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut ada aktor politik di balik terjadinya aksi unjuk rasa yang berujung pada aksi anarkis.

“Tapi kita menyesalkan kejadian pada Ba’da Isya, yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Dan, ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (5/11/2016) dini hari.

Padahal, Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada Wakil Presiden, Menkopolhukam dan jajaran terkait untuk menerima perwakilan aksi unjuk rasa dan aspirasi telah diserap oleh pemerintah

“Saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa, yang didamping Menko Polhukam, Mensesneg, Menteri Agama, Seskab, Kapolri, dan Panglima,” kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para ulama yang mampu menjaga aksi unjuk rasa dari pagi hingga Maghrib secara damai. (tribunnews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Targetkan Seluruh SDN dan SMPN Surabaya Dibenahi pada 2027

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan pembenahan sarana dan prasarana seluruh SD negeri dan SMP ...
LEGISLATIF

81 Tahun Jatim, Renny Dorong Penguatan Sektor Produktif untuk Ekonomi Berkelanjutan

SURABAYA – Memasuki usia ke-81 tahun, Provinsi Jawa Timur perlu memperkuat sektor produktif daerah sebagai fondasi ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko: Keselamatan Penumpang Penyeberangan Harga Mati, Bukan Kompromi Bisnis

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan keselamatan jiwa pengguna jasa transportasi ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...