Sabtu
15 Agustus 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

pdip jatim 260815 hening cipta 1

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, menggerakkan solidaritas keluarga besar Soekarno Cup 2026. Seluruh pertandingan yang digelar di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, Sabtu (15/8/2026), diawali one minute silence untuk mendoakan masyarakat terdampak bencana.

Para pemain, wasit, ofisial pertandingan hingga penonton berdiri bersama selama satu menit. Kepala tertunduk, pertandingan terhenti, dan doa dipanjatkan untuk masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk belasungkawa sekaligus solidaritas seluruh keluarga besar Soekarno Cup kepada para korban bencana.

“Seluruh pertandingan Soekarno Cup 2026 hari ini kita awali dengan mengheningkan cipta dan berdoa untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa. Semoga para korban dan keluarganya diberikan kekuatan, masyarakat yang terdampak segera mendapatkan pertolongan, serta kondisi dan infrastruktur di daerah bencana dapat segera pulih,” kata Komarudin.

Gempa Flores berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB. Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum menyatakan peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Pada sore harinya, gempa M6,4 kembali mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, sekitar pukul 17.54 WIB. Gempa tersebut berada pada kedalaman 168 kilometer dan berdasarkan informasi BMKG tidak berpotensi tsunami.

Dampak gempa Flores juga cukup besar. Hingga Sabtu malam, BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia, sementara ratusan bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas 346 rumah, 87 sekolah, dan 18 fasilitas kesehatan.

Suasana haru terasa di Gelora 10 November Surabaya ketika laga penyisihan Grup A antara Banteng Jawa Timur dan Banteng Maluku Raya belum langsung dimulai setelah kedua tim memasuki lapangan.

Alih-alih peluit kick-off, seluruh unsur pertandingan berdiri dan mengheningkan cipta.

Manajer Banteng Jatim, Didik Prasetiyono, mengatakan keputusan tersebut merupakan panggilan nurani di tengah perhelatan olahraga.

“Di tengah perhelatan pertandingan rangkaian Soekarno Cup 2026, kita tahu ada bencana gempa di Flores dan barusan saja ada bencana gempa di Sumatera Utara juga,” ujarnya usai laga.

Menurut Didik, olahraga tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya. Ketika masyarakat di daerah lain sedang menghadapi bencana, sepak bola dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas.

“One minute silent itu kita mengheningkan cipta, mendoakan agar lokasi bencana segera pulih dan yang terdampak bencana bisa segera diberi kemudahan untuk pulih,” tuturnya.

Seluruh pemain, ofisial, perangkat pertandingan dan penonton ikut dalam penghormatan tersebut. “Seluruh ofisial, penonton, pemain, perangkat pertandingan, semua tadi melakukan one minute silent,” imbuh Didik.

Ia menyebut kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat masyarakat harus selalu memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bencana. “Ring of Fire lagi aktif dan kebetulan terjadi bencana di saat kita rangkaian pertandingan,” jelasnya.

Komarudin menambahkan, solidaritas tersebut merupakan bagian dari nilai yang ingin dibangun melalui Soekarno Cup 2026.

Menurutnya, kompetisi tidak semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Sepak bola juga menjadi ruang untuk membangun karakter, persaudaraan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

“Di lapangan kita boleh berbeda daerah dan berbeda tim. Tetapi ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, kita berdiri bersama sebagai satu keluarga besar Indonesia. Itulah semangat persaudaraan yang juga ingin kita tumbuhkan melalui Soekarno Cup,” ujarnya.

Pesan tersebut terasa kuat di tiga lokasi pertandingan. Rivalitas antartim untuk memperebutkan kemenangan sejenak dikesampingkan ketika seluruh keluarga besar Soekarno Cup memberikan penghormatan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Bagi Didik Prasetiyono, itulah makna lain dari sepak bola yang ingin dibawa Soekarno Cup.

“Jadi kita ikut memberikan solidaritas terhadap lokasi bencana dan korban bencana,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...
KRONIK

Wahyu Satria Quattrick, Banteng Kalimantan Timur Hajar D.I. Yogyakarta 4-0

BANGKALAN – Banteng Kalimantan Timur tampil gemilang pada lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan. ...
LEGISLATIF

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Hosnan: Ditarget Rampung Akhir Tahun

SUMENEP – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Minta KUA-PPAS Diputus, Sebelum Pembahasan Anggaran Berlanjut

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran ...
LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Gempa NTT

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang ...