BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah kawasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di Kecamatan Sumberrejo, warga Desa Deru dan Desa Margoagung kini harus bergantung pada pasokan bantuan air darurat untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kondisi terparah dialami warga RT 003 RW 001 Desa Deru. Selain akibat kekeringan, pompa pada satu-satunya sumber air desa tersebut mengalami kerusakan teknis sehingga distribusi air ke rumah-rumah warga terhenti total.
Sunaryo, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa krisis air bersih menjadi ancaman tahunan saat musim kemarau. Namun, kerusakan alat pompa kali ini memperburuk keadaan.
”Buat memasak, mandi, dan minum saja kami bingung. Sumber air memang sulit, ditambah lagi alatnya rusak,” ujar Sunaryo saat ditemui di lokasi pendistribusian air, Kamis (13/8/2026).
Situasi serupa terjadi di Desa Margoagung. Di RT 008 RW 003, sumur-sumur warga dilaporkan telah mengering sejak dua pekan terakhir. Warga terpaksa menghemat penggunaan air serta membeli air kemasan galon untuk kebutuhan mendesak.
”Sudah hampir dua minggu sumur di rumah kering. Untuk mencuci dan memasak kami sangat irit. Kalau harus beli galon terus-menerus, biaya operasional rumah tangga jadi membengkak,” kata Khotim, warga Margoagung.

Perangkat Desa Margoagung, Aris, membenarkan bahwa porsi pengeluaran warga untuk membeli air bersih meningkat signifikan selama kekeringan berlangsung.
Bantuan Darurat dan Solusi Permanen
Merespons krisis tersebut, Bantuan air bersih sebanyak 15.000 liter disalurkan ke dua desa terdampak oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, bersama Tim Kebangsaan.
Pendistribusian dilakukan melalui dua metode, yakni titik kumpul untuk warga umum serta penyaluran langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) khusus bagi warga lanjut usia dan pemukiman yang jauh dari jalan utama.
Abidin Fikri menyatakan bahwa pengiriman tangki air ini merupakan langkah penanganan tanggap darurat (emergency response).
Berita terkait: Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan Air Bersih 10.000 Liter dari Abidin Fikri
Menurutnya, penanganan kekeringan di Bojonegoro tidak bisa hanya mengandalkan bantuan insidental, melainkan memerlukan langkah strategis jangka panjang.
”Hari ini kita hadir membawa 15.000 liter air bersih sebagai penanganan darurat. Namun, tugas jangka panjangnya adalah pembenahan infrastruktur air bersih agar desa-desa rawan kekeringan memiliki akses permanen,” kata Abidin.
Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan di Bojonegoro untuk mendorong alokasi program infrastruktur air dari pemerintah pusat maupun daerah.(dian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











