Senin
10 Agustus 2026 | 1 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

pdip jatim 260809 ei galadinner 1

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi menyebut turnamen ini sebagai ruang mengejar mimpi.

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 membuka kesempatan bagi talenta-talenta muda dari pelosok dan kampung untuk menunjukkan kemampuan di lapangan. Dari anak petani hingga anak nelayan, mereka mendapat panggung untuk mengejar mimpi menjadi pesepak bola melalui turnamen yang diikuti 16 tim dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia Soekarno Cup 2026 Jawa Timur, Eri Cahyadi, mengatakan pencarian pemain dilakukan melalui 16 DPD PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. Para pemain muda tersebut dicari hingga ke pelosok dan kampung, termasuk mereka yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil dalam kompetisi yang lebih besar.

“Sekali lagi Soekarno Cup ini untuk talenta muda, kita membuktikan bahwa talenta muda dari pelosok bisa,” kata Eri dalam Malam Persaudaraan yang dikemas dalam Gala Dinner di Kota Lama Surabaya, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

Menurut Eri, Soekarno Cup tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Turnamen tersebut dirancang sebagai ruang untuk menemukan sekaligus memberikan kesempatan kepada talenta muda yang selama ini belum banyak mendapat perhatian.

“16 tim yang hadir untuk mengikuti Soekarno Cup ini tidak hanya merebut juara, tetapi ini tempat talenta muda yang belum memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakatnya,” ujar Wali Kota Surabaya tersebut.

Eri menyebut latar belakang para pemain yang mengikuti Soekarno Cup cukup beragam. Sebagian merupakan anak petani dan nelayan yang harus menjalani kehidupan dengan penuh perjuangan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di turnamen tersebut.

“Soekarno Cup adalah realisasi anak petani, anak nelayan. Menjadi bagian Soekarno Cup adalah kebanggaan mereka,” tuturnya.

Ia kemudian menceritakan kisah salah satu pemain asal Jambi yang tetap berusaha mengembangkan bakat sepak bolanya di tengah keterbatasan ekonomi. Pemain tersebut sehari-hari bekerja memanggul sawit dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu.

“Ada anak yang bekerja memangkul sawit, diletakkan di kendaraan, bekerja hasilnya 100 ribu. Dia bekerja, dia berjanji dia tidak akan meninggalkan sekolah,” kata Eri.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi gambaran perjuangan banyak pemain muda yang tampil di Soekarno Cup. Mereka tidak hanya berlatih dan bertanding, tetapi juga membantu keluarga serta tetap mempertahankan pendidikan.

“Banyak sekali cerita perjuangan,” ujarnya.

Eri menegaskan, kesempatan seperti itulah yang ingin terus dibuka melalui Soekarno Cup. Menurutnya, bakat sepak bola tidak hanya lahir dari kota besar atau pusat-pusat pembinaan. Talenta juga tumbuh di kampung dan pelosok dengan kondisi kehidupan yang jauh dari fasilitas memadai.

Sementara itu, Kota Lama Surabaya menjadi lokasi penyambutan pertama bagi 16 tim peserta Soekarno Cup 2026. Kawasan bersejarah tersebut dipilih karena tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kota lama ini menjadi tempat masyarakat, tempat bersejarah saksi perjuangan bangsa ini, kami rawat kami hidupkan untuk tempat rekreasi rakyat,” kata Eri.

Menurut Wakabid DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, aktivitas masyarakat di Kota Lama juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai usaha tumbuh di kawasan tersebut, mulai dari kuliner hingga jasa penyewaan pakaian dan fotografi.

“Dan di sini banyak UMKM mulai dari jual makanan, hingga persewaan pakaian, foto, dan berbagai macamnya,” ujarnya.

Kehadiran 16 tim dari berbagai daerah semakin menghidupkan suasana Kota Lama. Para pemain muda yang datang dari berbagai latar belakang tidak hanya membawa nama daerah masing-masing, tetapi juga membawa cerita perjuangan dan harapan untuk mengembangkan karier melalui sepak bola.

Bagi Eri, Soekarno Cup pada akhirnya bukan semata tentang siapa yang mengangkat trofi. Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi pintu masuk bagi anak-anak muda dari berbagai daerah untuk membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan asal daerah bukan penghalang untuk mengejar cita-cita. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...