Sabtu
19 September 2026 | 10 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Dhito Minta Camat Bentuk Satgas Kesehatan untuk Kawal Program Prioritas

pdip jatim 260804 satgas kesehatan kediri

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh camat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan di setiap kecamatan guna memastikan berbagai program prioritas sektor kesehatan berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Mas Dhito kepada seluruh kepala puskesmas dan camat di Ruang Joyoboyo, Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pembentukan satgas lintas sektor diperlukan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan, mulai dari stunting, tuberkulosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), hingga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya minta untuk dibentuk satgas di tiap kecamatan, tidak hanya bicara (mengatasi persoalan) stunting, tapi juga TBC dan demam berdarah,” ujar Mas Dhito.

Ia menegaskan, setelah satgas terbentuk, setiap kecamatan harus memiliki data kesehatan yang akurat dan terus diperbarui sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Untuk penanganan stunting, Mas Dhito meminta seluruh camat memahami secara detail perkembangan kasus di wilayahnya. Berdasarkan data yang dipaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Kediri turun dari 8,07 persen pada Agustus 2025 menjadi 7,54 persen pada Bulan Timbang Februari 2026.

“Stunting 2025 bulan Agustus di angka 8,07, di Bulan Timbang Februari 2026 di angka 7,54 artinya ada penurunan. Saya minta camat wajib tahu dan secara aktual dihitung betul,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu.

Selain stunting, Mas Dhito meminta puskesmas meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia), termasuk memastikan kelompok yang belum terjangkau layanan kesehatan dapat segera memperoleh pendampingan.

Ia juga menginstruksikan peningkatan pelacakan (tracing) terhadap kasus TBC dan demam berdarah untuk menekan risiko penularan di masyarakat.

Menurut Mas Dhito, keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada sinergi antara camat dan kepala puskesmas, termasuk dalam memperbarui data serta mengevaluasi perkembangan di lapangan secara berkala.

“Camat sama Kepala Puskesmas komunikasinya harus harmonis, saling koreksi boleh karena ini urusan kesehatan,” pungkasnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Rehabilitasi Sekolah, Bupati Lukman Tegaskan Hasil Harus Berkualitas dan Tepat Sasaran

BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan ...
KRONIK

Satu Pelukan, Satu Tuntutan: Warga Silo Meminta Yon TP Dibatalkan

JEMBER – Matahari mulai condong ke barat ketika seorang perempuan tua berhijab biru dan berbaju merah bermotif ...
EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...