NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Ranting (Musran) serentak di Kecamatan Sine yang diikuti pengurus dari 15 desa, Minggu (2/8/2026). Rangkaian konsolidasi internal tersebut sekaligus ditandai dengan peresmian Kantor Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sine.
Sekretariat tersebut menjadi kantor PAC pertama di Kabupaten Ngawi yang berdiri secara mandiri, sebagai pusat aktivitas organisasi di tingkat kecamatan.
Musran yang digelar di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sine dipimpin Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko (King), bersama jajaran pengurus DPC.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sine, Joko S, mengatakan Musran merupakan bagian dari penguatan organisasi sekaligus regenerasi kepengurusan di tingkat ranting. Menurutnya, keberadaan partai harus terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan kader PDI Perjuangan merupakan ujung tombak partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap organisasi harus terus dijaga.
Sementara itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Suji Astutik, mengingatkan bahwa pengurus ranting merupakan wajah partai di tingkat desa. Karena itu, kader diminta tetap memegang teguh garis perjuangan partai sekaligus aktif turun ke masyarakat untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan Musran merupakan agenda konsolidasi yang bertujuan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput sebagai bekal menghadapi dinamika politik ke depan.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Antok itu, seluruh pengurus ranting harus membangun komunikasi yang baik dengan Fraksi PDI Perjuangan maupun DPC agar setiap persoalan masyarakat dapat segera diinventarisasi dan diperjuangkan.
“Seluruh pengurus ranting harus memiliki komunikasi yang baik dengan Fraksi dan DPC. Setiap persoalan masyarakat harus bisa diinventarisasi agar partai dapat hadir memberikan solusi sehingga kemanfaatannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Mas Antok menegaskan soliditas organisasi menjadi syarat utama menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia juga mendorong kolaborasi antara kader senior dan generasi muda agar proses regenerasi berjalan seiring dengan terjaganya pengalaman organisasi.
Selain memperkuat kerja-kerja di lapangan, ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas.
Menurutnya, setelah kepengurusan baru terbentuk, setiap ranting harus mulai memetakan kebutuhan organisasi di wilayah masing-masing, mulai dari kesiapan saksi, penguatan struktur, hingga keaktifan kader.
“Dengan pengalaman yang dimiliki PDI Perjuangan, termasuk tiga kali berturut-turut memenangkan Pemilu, kami berharap seluruh kader dapat menjadikan dinamika Pemilu 2024 sebagai pelajaran untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan persiapan yang lebih matang,” tandasnya.

Usai Musran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi meresmikan Kantor Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sine. Mas Antok mengapresiasi inisiatif PAC Sine yang mampu memiliki kantor sekretariat secara mandiri.
Ia berharap keberadaan sekretariat tersebut tidak hanya menjadi pusat konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Sine.
“Semoga dengan adanya Kantor Sekretariat PAC Sine ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar. Bismillahirrahmanirrahim, Kantor Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sine saya resmikan,” pungkasnya.(moh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











