Senin
26 Oktober 2026 | 1 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doding Rahmadi: Kudatuli Jadi Pengingat Kader Menjaga Semangat Perjuangan PDIP

pdip jatim 250727 doding

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi mengajak kader menjadikan peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai pengingat menjaga semangat perjuangan partai.

TRENGGALEK – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengajak seluruh kader menjadikan peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli sebagai pengingat untuk terus menjaga semangat perjuangan dan tetap teguh membela kepentingan wong cilik.

Pesan tersebut disampaikan Doding saat renungan dan sarasehan memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek di halaman Kantor DPC, Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo, Minggu (26/7/2026) malam.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pengurus DPC, PAC, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD, serta kader partai. Suasana semakin emosional ketika peserta mendengarkan kesaksian mengenai perjuangan kader menghadapi tekanan pada peristiwa Kudatuli.

“Sebagai kader tulen, sudah sepantasnya bagi kami kembali menyelami bagaimana perjuangan dalam mendirikan partai. Tiga puluh tahun berlalu, bagi kami Kudatuli masih terkenang dan menjadi penyemangat untuk terus menggelorakan cita-cita perjuangan partai,” kata Doding.

Menurutnya, PDI Perjuangan lahir dari proses sejarah yang panjang dan penuh pengorbanan. Karena itu, setiap kader perlu memahami perjalanan partai agar tetap memiliki komitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Peristiwa Kudatuli 1996 membuktikan partai ini lahir bukan hanya dengan wacana, tetapi melalui komitmen dan pengorbanan. Bukan hanya harta, tetapi juga nyawa,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek itu.

Doding berharap peringatan Kudatuli tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi sarana memperkuat pemahaman sejarah dan ideologi partai bagi seluruh kader.

Ia juga mengingatkan bahwa kader wajib mengetahui perjalanan sejarah PDI Perjuangan, termasuk tekanan yang dihadapi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada peristiwa 27 Juli 1996.

“Sebagai kader wajib mengetahui peristiwa 27 Juli 1996. Saat itu Ibu Megawati Soekarnoputri mendapat tekanan luar biasa, namun tetap teguh pada prinsip perjuangan. Kader harus mengetahui perjalanan partai,” tegasnya. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...
KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...