NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Ngawi untuk memantapkan persiapan pelaksanaan musyawarah ranting (Musran) dan musyawarah anak ranting (Musanran), Sabtu (18/7/2026).
Rakor yang digelar di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Ngawi itu diikuti pengurus PAC se-Kabupaten Ngawi. Hadir pula anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi sebagai pengampu wilayah PAC serta Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ir. Budi Sulistyono Kanang.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis menjelang pelaksanaan Musran dan Musanran, termasuk penetapan jadwal yang direncanakan berlangsung mulai akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan rakor digelar sebagai upaya memantapkan persiapan pelaksanaan Musran dan Musanran sebagai bagian dari penguatan tertib organisasi partai.
“Mengingat penting dan strategisnya agenda Musran dan Musanran, maka diselenggarakan rapat koordinasi ini,” kata Mas Antok.
Mas Antok menjelaskan, melalui rapat koordinasi tersebut diharapkan seluruh struktur partai memiliki pijakan yang sama dalam melaksanakan Musran sesuai instruksi partai. Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan susunan personalia terbaik di tingkat ranting maupun anak ranting.
“Sehingga dapat terbentuk pengurus ranting yang adaptif, mampu menjawab kebutuhan zaman, serta mampu berkolaborasi dengan baik bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama partai pada pekan ketiga Juli hingga awal Agustus adalah menyukseskan konsolidasi internal melalui pelaksanaan Musran dan Musanran.
“Mulai akhir Juli hingga awal Agustus, kami berharap pelaksanaan musyawarah ranting dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Musran dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juli hingga awal Agustus 2026 di masing-masing kecamatan. Sebelum pelaksanaan musyawarah, pengurus ranting akan menggelar rapat pleno untuk menyusun personalia kepengurusan.
Dalam proses tersebut, partai juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi Z dan milenial sebagai pengurus di tingkat desa, kelurahan, maupun dusun. Selain itu, keterwakilan perempuan juga menjadi perhatian dalam penyusunan kepengurusan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ir. Budi Sulistyono Kanang, menegaskan pentingnya membangun kepengurusan ranting yang kuat sebagai fondasi organisasi. Anggota DPR RI itu juga mengajak seluruh kader untuk kembali memperkuat elektoral partai dengan terus hadir dan dekat dengan masyarakat.
“Mari bersama-sama kita bangun kembali elektoral yang kuat, salah satunya dengan mempersiapkan pengurus ranting yang kuat, baik secara organisasi maupun personalianya,” ujarnya. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












