DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menerapkan seleksi ketat dalam Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting untuk melahirkan kader militan, ideologis, dan siap memperkuat organisasi hingga tingkat desa.
MALANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menerapkan mekanisme seleksi ketat dalam pembentukan kepengurusan ranting dan anak ranting sebagai upaya melahirkan kader yang militan, berideologi kuat, dan siap memperkuat organisasi hingga tingkat desa.
Proses tersebut dilakukan melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) masa bakti 2026–2031 yang berlangsung mulai 11 hingga 19 Juli 2026 di seluruh desa di Kabupaten Malang.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, mengatakan setiap forum di tingkat bawah diwajibkan mengusulkan sedikitnya lima nama calon ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB).
Selanjutnya, nama-nama tersebut akan menjalani proses penyaringan dan uji kompetensi sebelum ditetapkan dalam rapat pleno DPC.
“Musyawarah ini adalah bagian dari perjalanan ideologis partai. Kita ingin memastikan lahir kader-kader yang memiliki karakter pejuang, militan, loyal, serta tidak mudah goyah menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Menurut Abdul Qodir, mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan pengurus yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga memahami ideologi partai, memiliki rekam jejak perjuangan, serta loyal terhadap organisasi.
Rangkaian konsolidasi akan ditutup dengan Musyawarah Ranting serentak pada 30 Juli 2026 yang disertai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan seluruh pengurus baru.
Selain memperkuat struktur organisasi, restrukturisasi kali ini juga menjadi bagian dari transformasi PDI Perjuangan Kabupaten Malang menuju smart party, yakni organisasi politik yang mampu memadukan pengalaman kader senior dengan kreativitas generasi muda.
“Kita ingin memadukan pengalaman kader senior dengan energi Generasi Z. Kader senior membawa keteguhan perjuangan, sedangkan generasi muda menghadirkan kreativitas dan inovasi. Kolaborasi inilah yang akan menjadi energi baru organisasi,” katanya.
Ia menegaskan politik bagi PDI Perjuangan tidak semata-mata berorientasi pada kekuasaan, melainkan menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, seluruh kader diharapkan terus hadir di tengah rakyat dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui Musran dan Musanran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menargetkan lahirnya struktur organisasi yang semakin solid, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik sekaligus memperkuat kerja-kerja kerakyatan di tingkat akar rumput. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










