Rabu
30 September 2026 | 3 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bulan Bung Karno: Jangan Biarkan Menjadi Sekadar Seremoni

PDIP-Jatim-Nasrullah-28062026

Oleh Nasrullah

SETIAP bulan Juni, keluarga besar PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Rangkaian kegiatan digelar di berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC, hingga Ranting dan Anak Ranting. Berbagai lomba, diskusi, upacara, ziarah, dan kegiatan sosial menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada Proklamator sekaligus Bapak Bangsa, Bung Karno.

Namun, ada satu pertanyaan yang patut direnungkan bersama: apakah seluruh rangkaian kegiatan tersebut benar-benar telah menghadirkan ruh perjuangan Bung Karno? Ataukah hanya menjadi agenda tahunan yang selesai ketika spanduk diturunkan dan panggung dibongkar?

Peringatan Bulan Bung Karno seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah yang dikenang melalui foto, pidato, atau bunga di makamnya. Bung Karno adalah seorang pemikir besar yang meninggalkan ajaran, nilai, dan cita-cita tentang Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

Karena itu, setiap kegiatan Bulan Bung Karno seharusnya mampu menyerap saripati pemikiran beliau. Diskusi yang digelar bukan sekadar memenuhi jadwal acara, tetapi menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan gagasan baru. Bakti sosial tidak hanya menjadi aktivitas berbagi, tetapi menjadi wujud nyata keberpihakan kepada wong cilik sebagaimana yang selalu diperjuangkan Bung Karno. Kegiatan seni dan budaya juga hendaknya menjadi upaya merawat jati diri bangsa, bukan sekadar hiburan.

Yang tidak kalah penting adalah membumikan ajaran Bung Karno di sanubari generasi muda. Anak-anak muda hari ini hidup di tengah derasnya arus globalisasi, banjir informasi, dan budaya instan. Mereka membutuhkan teladan sekaligus arah perjuangan. Di sinilah PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab historis untuk menghadirkan Bung Karno bukan sebagai sosok yang jauh di masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi yang relevan menjawab tantangan zaman.

Membumikan ajaran Bung Karno berarti menghadirkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, keberanian melawan ketidakadilan, semangat berdikari, dan keberpihakan kepada rakyat kecil dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu harus hidup dalam tindakan kader, menjadi budaya organisasi, dan tercermin dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

PDI Perjuangan memiliki keistimewaan karena lahir dari rahim ideologi yang diwariskan Bung Karno. Maka memperingati Bulan Bung Karno bukan sekadar menjalankan tradisi organisasi, melainkan menjaga api perjuangan agar tetap menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Indonesia hari ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan ekonomi, kemiskinan, hingga tantangan terhadap persatuan bangsa. Dalam situasi seperti ini, pemikiran Bung Karno justru semakin menemukan relevansinya. Gagasan tentang keadilan sosial, kedaulatan nasional, dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat tetap menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sudah saatnya seluruh struktur PDI Perjuangan di semua level kepengurusan menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum konsolidasi ideologi, bukan sekadar agenda administratif. Setiap kegiatan harus meninggalkan jejak pemikiran, membangun kesadaran kader, dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.

Sebab penghormatan terbaik kepada Bung Karno bukanlah sekadar mengenang namanya setiap bulan Juni. Penghormatan terbaik adalah melanjutkan perjuangannya, menghidupkan ajarannya dalam tindakan, serta memastikan cita-citanya tentang Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat benar-benar diwujudkan.

Bulan Bung Karno bukanlah tentang mengenang masa lalu. Bulan Bung Karno adalah tentang menyiapkan masa depan bangsa dengan menjadikan ajaran Sang Proklamator hidup di hati setiap kader dan setiap anak bangsa.

*Nasrullah, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajuritkulon

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...