Selasa
11 Agustus 2026 | 9 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bung Karno Pernah Sekolah di Sidoarjo? Jejak Sejarah SDN Pucang II Mulai Dikaji

fgd-pdip-sidoarjo-soal-sejarah-bung-karno_copy_506x337

SIDOARJO – Sejarah Presiden pertama RI, Ir Soekarno kembali menjadi perhatian di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sang Proklamator disebut-sebut pernah menghabiskan masa kecilnya di wilayah tersebut, termasuk bersekolah pada sekitar tahun 1907 saat masih berusia lima hingga tujuh tahun.

Temuan dan kajian tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Minggu (21/6/2026), dengan melibatkan sejarawan, pegiat komunitas sejarah, serta berbagai pihak terkait.

Forum ini menjadi ruang untuk menguatkan kembali jejak historis Bung Karno di Sidoarjo, sekaligus membahas kemungkinan penetapan lokasi-lokasi bersejarah sebagai cagar budaya daerah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menyampaikan bahwa sejumlah kajian sejarah menunjukkan Bung Karno pernah tinggal di Sidoarjo pada masa kecilnya.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah bekas Sekolah Ongkoloro Pucang yang kini menjadi SDN Pucang II Sidoarjo.

Data sejarah ini diharapkan menjadi dasar penetapan cagar budaya dan edukasi generasi muda.

Usulan Cagar Budaya Jejak Bung Karno
“Kami sedang memperkuat bukti-bukti agar tempat sekolah maupun tempat tinggal beliau di Sidoarjo dapat diproses menjadi cagar budaya. Langkah ini akan kami kawal bersama fraksi di DPRD Kabupaten Sidoarjo,” ujar Hari yang juga Anggota DPRD Jawa Timur.

Menurutnya, tidak semua daerah memiliki keterkaitan langsung dengan masa kecil Presiden pertama RI tersebut. Karena itu, pelestarian jejak sejarah ini dinilai penting sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Bukti Sejarah dan Kesaksian Diperkuat
Sejarawan Sidoarjo sekaligus Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Sudi Harjanto, menjelaskan bahwa dugaan Bung Karno pernah tinggal di Sidoarjo didukung oleh sejumlah literatur sejarah dan kesaksian.

Ia menyebut penetapan jejak sejarah harus ditopang oleh bukti fisik yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satunya adalah bangunan SDN Pucang II yang diduga merupakan bekas lokasi sekolah Bung Karno saat kecil.

“Bukti fisik pendukung salah satunya memang SDN Pucang II. Kemudian diperkuat riwayat perpindahan ayah Bung Karno dari Ploso ke Sidoarjo lalu ke Mojokerto. Secara literasi sangat kuat. Selain itu ada kesaksian Mr Klasen yang merupakan kesaksian sejaman, ditambah cerita tutur masyarakat di sekitar lokasi yang hingga kini masih menyebut Bung Karno pernah sekolah dan tinggal di Sidoarjo,” kata Sudi.

Jejak Kunjungan Presiden di Sidoarjo
Selain masa kecil, forum tersebut juga menampilkan dokumentasi kunjungan Presiden Soekarno saat menjabat sebagai kepala negara. Salah satunya adalah peresmian pabrik tekstil Ratatex (Rahman Tamin Textile) di Balongbendo, Sidoarjo, pada 17 Mei 1958.

Meski pabrik tersebut kini tidak lagi beroperasi, peristiwa peresmian itu dinilai menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan industri di Sidoarjo pada masa awal kemerdekaan.

Dorongan Jadi Cagar Budaya untuk Edukasi
Melalui FGD tersebut, para sejarawan bersama unsur legislatif dari PDI Perjuangan berharap seluruh data dan bukti yang telah dihimpun dapat menjadi dasar penetapan cagar budaya di Sidoarjo.

Langkah ini diharapkan tidak hanya melestarikan warisan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal perjalanan hidup dan perjuangan Ir Soekarno sejak usia dini hingga menjadi Proklamator Republik Indonesia. (*)

Sumber: tribunjatim.com

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Dibuka, Komarudin: Dari Kota Kelahiran Bung Karno Kita Nyalakan Semangat Generasi Muda

SURABAYA – Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, menegaskan pemilihan Surabaya sebagai tuan ...