KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar rangkaian kunjungan silaturahmi, ziarah, dan studi wawasan di Kota Blitar, Jawa Timur.
Agenda yang mengombinasikan penguatan ideologi dan pemantapan program ekonomi kerakyatan ini diawali dengan pertemuan formal di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar.
Rombongan dari Tuban yang dipimpin oleh Wakabid Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan BPEK Tuban, Ita Hariyanti SSn, disambut oleh jajaran fungsionaris DPC PDI-P Kota Blitar. Di antaranya Wakabid Penanggulangan Bencana Alam, Kesehatan Ibu dan Anak Rena Kusumaningrum, Sekretaris Bidang Program Yudhi Fahmi, serta Wakil Bendahara Lisi Sri Sumiarsih.
Turut mendampingi dalam rombongan Tuban, Wakabid Keanggotaan, Organisasi, dan Sumber Daya Yemy Tristantono, serta Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME Ali Mustofa.

Merawat Api Ideologi di Perpustakaan Bung Karno
Ita Hariyanti menjelaskan, momentum peringatan hari lahir Bung Karno sengaja dipilih agar para kader dapat menyerap langsung atmosfer perjuangan dan pemikiran Sang Proklamator.
Setelah melakukan ziarah dan doa bersama di Makam Bung Karno (MBK), rombongan melanjutkan agenda ngangsu kaweruh (menimba ilmu) ke Perpustakaan Bung Karno.
Di tempat tersebut, para kader mengikuti kelas ideologi khusus yang dibimbing oleh sejarawan Budi Rahardjo. Sesi ini membedah secara mendalam mengenai rekam jejak sejarah perjuangan serta kontekstualisasi Ideologi Pancasila dalam tantangan zaman hari ini.
”Ini adalah momentum yang sangat kami harapkan. Selain berziarah, kami ingin menambah wawasan serta memperdalam kelas ideologi langsung di tanah tempat Bung Karno dimakamkan,” ujar Ita kepada kontributor pdiperjuangan-jatim.com, Senin (8/6/2026).

Penguatan Ekonomi Kreatif dan Napak Tilas Istana Gebang
Sebagai badan yang membidangi ekonomi kerakyatan, BPEK Tuban juga memanfaatkan kunjungan ini untuk membekali kader dengan strategi pemberdayaan masyarakat. Mereka menggelar diskusi bersama Ketua Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Indonesia, Andi Yuwono, guna membahas pengembangan potensi pariwisata berbasis kerakyatan.
Selain pariwisata, materi mengenai adaptasi ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM juga dipaparkan oleh praktisi digital, Bung Deden.
Rangkaian studi wawasan ini kemudian ditutup dengan napak tilas ke Istana Gebang atau Ndalem Gebang. Rumah tersebut merupakan saksi bisu masa muda Soekarno saat tinggal bersama kedua orang tuanya, Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ajoe Njoman Rai.

Sekretaris BPEK DPC PDI-P Tuban, Khoirul Hadi, menyebut perjalanan ini sebagai bentuk refleksi batin bagi para kader partai.
”Mengunjungi Makam Bung Karno dan Istana Gebang bukan sekadar wisata sejarah. Ini adalah perjalanan batin untuk mengenal lebih dekat semangat perjuangan, nasionalisme, dan cita-cita besar yang diwariskan beliau kepada bangsa ini,” kata Khoirul.
Sementara itu, Ita Hariyanti memungkasi bahwa nilai-nilai patriotisme yang diserap dari Blitar ini harus mampu diimplementasikan secara konkret oleh para kader saat kembali ke daerah.
”Ziarah ini adalah bentuk penghormatan atas jasa beliau mendirikan bangsa. Namun yang lebih penting, semangat idealisme dan nasionalisme Bung Karno harus kita contoh dan implementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutur Ita.(dian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










