Kamis
10 September 2026 | 8 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Ipin Dorong Sekolah Jadi Pusat Produksi Pangan, Tanamkan Kemandirian Sejak Dini

pdip jatim 260423 sekolah pusat produksi pangan

Bupati Trenggalek dorong sekolah jadi pusat produksi pangan mandiri melalui program swasembada berbasis sekolah.

TRENGGALEK — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga pusat produksi pangan mandiri melalui Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah.

Program tersebut mulai digencarkan di sejumlah sekolah di Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak usia dini.

“Sejak kecil anak-anak harus diajari bertanggung jawab, mulai dari menanam, merawat, hingga menikmati hasilnya,” ujar Mas Ipin.

Belajar Bertani Langsung di Sekolah

Program ini memanfaatkan lahan sekolah sebagai kebun mini dengan berbagai metode, mulai dari polibag, tanaman hortikultura, hingga praktik pertanian organik.

Menurut Mas Ipin, pendekatan praktik langsung penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di bidang pertanian.

Ia menilai, langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan jati diri Indonesia sebagai negara agraris.

“Pangan adalah masa depan sekaligus harga diri bangsa. Kita tidak boleh bergantung pada negara lain,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu.

Lengkapi dengan Sumber Protein

Tak hanya tanaman pangan, Pemkab Trenggalek juga mendorong pengembangan kolam ikan skala sekolah sebagai sumber protein tambahan.

Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan mandiri di lingkungan sekolah yang berkelanjutan.

“Sekolah bisa menjadi lumbung pangan mini, tidak hanya sayur tapi juga protein,” jelasnya.

Antisipasi Kekeringan dengan Inovasi Air

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan inovasi teknologi sederhana untuk menghadapi ancaman kekeringan, yakni sistem kondensasi yang mampu mengubah uap menjadi air.

Langkah ini dinilai penting mengingat puluhan desa di Trenggalek kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau.

“Dengan teknologi sederhana ini, rumah tangga bisa memproduksi air sendiri,” ujarnya.

Program swasembada pangan berbasis sekolah ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen, sekaligus membentuk generasi yang mandiri dan sadar pentingnya ketahanan pangan. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Mitigasi Hadapi Sesar Surabaya dan Sesar Waru-Juanda

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memperkuat sistem mitigasi bencana menyusul fakta bahwa wilayah Kota ...
KABAR CABANG

Tak Menunggu Diminta, PDIP Trenggalek Kirim Air Bersih ke Pelosok Panggul-Munjungan

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus bergerak menembus pelosok desa untuk membantu warga yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Dorong Digital Dashboard Jadi Dasar Kebijakan Transportasi

Fraksi PDIP Jatim mendorong Digital Dashboard diperkuat sebagai instrumen memantau transportasi, mengolah data, dan ...
KRONIK

Anas Karno Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Layani IKD di Pemukiman Warga

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jatirogo

TUBAN – Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di kawasan barat utara Kabupaten Tuban mendapat ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Aparat Tak Tunda Laporan Warga Kekurangan di Tengah Kekeringan

Bupati Blitar Rijanto meminta aparat desa dan kecamatan tidak menunda laporan warga yang mulai kekurangan akibat ...