Rabu
15 Juli 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lebaran di Tengah Gejolak Global, Bupati Ony Tekankan Pentingnya Kemandirian

IMG-20260326-WA0029_copy_750x499

NGAWI – Perayaan Lebaran tahun 2026 dirasakan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tengah situasi geopolitik global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah, dampaknya mulai terasa hingga ke daerah.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menilai kondisi tersebut harus disikapi dengan kesiapan dan kesadaran bersama. Menurutnya, kemandirian masyarakat menjadi kunci penting untuk menghadapi ketidakpastian global.

Ia menyebut, momentum Ramadan dan Idulfitri seharusnya dimaknai sebagai waktu untuk refleksi diri atau muhasabah, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai sektor.

“Situasi global ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mawas diri. Ramadan (lalu) menjadi momentum evaluasi, bagaimana kita menyiapkan masyarakat agar lebih mandiri,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Kemandirian Pertanian Hingga Penyediaan Air Bersih
Bupati Ony menjelaskan, upaya kemandirian perlu dibangun di berbagai sektor, mulai dari pertanian, energi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih. Pemerintah Kabupaten Ngawi, kata dia, telah mulai mendorong berbagai inisiatif berbasis kemandirian tersebut.

“Di Ngawi kita dorong kemandirian di sektor pertanian, energi alternatif seperti kompor biomassa, hingga penyediaan air bersih. Semua itu mulai kita biasakan di masyarakat,” jelas Bupati Kader PDI Perjuangan itu.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Program seperti perbaikan rumah tidak layak huni secara swadaya menjadi salah satu contoh penguatan solidaritas sosial.

“Gotong royong, kerja bakti, dan empati sosial harus terus ditumbuhkan. Ini bagian dari karakter masyarakat kita yang harus dijaga,” katanya.

Bupati Ony menilai, selama ini masyarakat cenderung terlena dengan pertumbuhan ekonomi makro, sehingga kurang siap menghadapi tekanan global. Ketergantungan terhadap pihak luar, termasuk impor, dinilai menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

“Kalau semua kebutuhan dipenuhi dari luar, ketika terjadi gangguan pasokan atau harga naik, kita akan kesulitan. Padahal kita punya sumber daya yang besar,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia (SDM) dan karakter masyarakat menjadi hal penting agar tidak terjebak dalam pola hidup instan dan ketergantungan.

“Ini saatnya kita kembali ke nilai-nilai dasar, memperkuat kemandirian, dan menjaga kebersamaan. Kalau itu hilang, bukan hanya ekonomi yang terdampak, tapi juga peradaban kita,” pungkas Bupati Ony. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...
LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...